Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

RH: Masyarakat Gorontalo Jangan Terprovokasi Isu Covid-19

Dulohupa.id– Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menghimbau kepada masyarakat Provinsi Gorontalo untuk tidak terprovokasi isu tentang Covid-19, yang belakangan beredar melalui media sosial.

“Tidak usah percaya-percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya. Jangan membesar-besarkan masalah yang kita tidak tahu pasti,” Ujar Rusli belum lama ini.

Rusli menyayangkan saat ini ada sebagian masyarakat yang menolak kebijakan yang diambil pemerintah. Bahkan beberapa mulai menjadi prvokator di media-media sosial.

“Ada yang bilang tidak ada gunanya PSBB diperpanjang. PSBB kok malah tambah banyak. Bahkan ada yang menuduh pemerintah salah menerapkan ini. Saya mencoba membuka cakrawala berpikir kita. Tidak usahlah bilang bahwa corona ini tidak berbahaya, sok jago tidak pake masker dan lain-lain. Tolong jangan meresahkan masyarakat lain,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat hanya perlu melihat kenyataan yang ada di Gorontalo. Saat ini telah banyak kluster baru bermunculan yang dinilainya akibat ketidakpatuhan masyarakat dalam mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

“Sudah bisa menularkan ke anaknya, teman anaknya, teman kantornya. Bahkan petugas kesehatanpun sudah berapa yang terpapar. Ini kalau petugas kesehatan sudah terpapar semua, siapa lagi yang merawat kita,” lanjutnya.

Terkait pelaksanaan PSBB yang dinilai sebagian masyarakat tidak mampu menekan angka positif corona di Gorontalo, Eduart Wolok menjawab sebaliknya. Ketua tim crisis centre UNG itu menjelaskan penerapan PSBB justru membuka peluang semakin cepat diketahuinya transmisi yang berkembang.

“Dengan PSBB dan peningkatan rasio tes maka deteksi yang positif lebih meningkat. Hikmah positifnya adalah kita bisa melokalisir kasus atau area yang memberikan penularan yang cukup tinggi,” papar Eduart.

Eduart menambahkan saat ini Gorontalo sedang masuk dalam fase puncak penularan virus corona. Wajar menurutnya bila saat ini terjadi lonjakan kasus positif di Gorontalo. Kasus ini kemungkinan akan terus bertambah tinggi hingga hari ke 60 yakni pada tanggal 09 Juni 2020. (*/DP-02)