Dulohupa.id – Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, menyebut berbagai macam investasi bodong seperti forex dan robot trading adalah judi yang menicptakan kemiskinan baru di level bawah sampai menengah. Bahkan dirinya mengaku, persoalan investasi forex bukan hanya terjadi di Provinsi Gorontalo saja, akan tetapi ada juga di daerah-daerah lain.
Hal itu diungkapnya pada saat ia melakukan kunjungan kerja daerah (Reses) di Kabupaten Pohuwato, Rabu (9/3/2022), yang diselenggarakan di Gedung Panua kantor Bupati Pohuwato.
“Saat kehidupan masyarakat yang sulit, datanglah badai baru yaitu janji-janji surga dari investasi-investasi seperti forex dan robot trading, itu menciptakan kemiskinan baru. Tidak hanya level bawah tapi juga level menengah. Mereka yang punya dana dari uang pensiun hilang begitu saja. Pernah saya diyakinkan tentang forex, saya bilang jangan tawari saya soal forex, karena itu tidak masuk logika, karena forex adalah judi menurut saya,” ungkapnya.
Melihat hal itu,ia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI dari dapil Provinsi Gorontalo. Mengaku secara khusus mengadakan rapat di parlemen, dengan mengundang Menteri Keuangan RI, Gubernur Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna membahas hal tersebut.
“Makanya pada rapat di parlemen, secara khusus saya panggil Menteri Keuangan, saya panggil Gubernur BI, saya panggil OJK, bahkan saya berbicara dengan pak Kapolri, dan Jaksa Agung. Untuk mengatasi masalah ini, karena persoalan ini bisa menciptakan masalah politik,” ujarnya
Rachmat Gobel juga kaget dengan berita dibeberapa media televisi nasional, yang memberitakan di Provinsi Gorontalo ada satu desa tertipu dengan investasi forex tersebut.
“Saya lihat diberita TV nasional. Loh kok di Gorontalo ada satu desa yang kena, satu kampung kena,” imbuhnya.
Dirinya juga mengaku, ini adalah kemajuan jaman yang menciptakan sistem baru, teknologi baru yang menyebabkan masyarakat mencari jalan agar bagaimana mendapatkan hidup yang lebih baik lagi.
“Saya pernah berdebat dengan beliau-beliau pada saat pertemuan, mereka mengatakan ini adalah tren karena teknologi, karena informasi. Saya bilang nggak bisa bicara seperti itu, ini negara punya kepentingan menjaga rakyatnya sendiri. Jangan kita asal buka-buka pintu (izin) yang hanya merugikan rakyat sendiri. Investasi apapun saya bilang harus dikontrol,” tandasnya.
Reporter: Hendrik Gani











