Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Rektor UNG Berikan Sanksi ke Oknum Mahasiswa Gorontalo yang Hina Presiden

340
×

Rektor UNG Berikan Sanksi ke Oknum Mahasiswa Gorontalo yang Hina Presiden

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Hina Presiden
Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Dr Eduart Wolok bersama Kapolda Gorontalo, Irjen Helmy Santika saat menggelar konferensi pers di gedung Rektorat. (Foto: Enda/Dulohupa)

Dulohupa.id – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr Eduart Wolok memberikan sanksi kepada Yunus Pasau, seorang Mahasiswa yang menghina Presiden Jokowi dengan kata tak senonoh. Pemberian sanksi itu ditegaskan Eduart dalam konferensi pers yang digelar di gedung Rektorat UNG, Senin (05/9/2022). Dalam konferensi pers juga turut dihadiri Kapolda Gorontalo, Irjen Helmy Santika.

Eduart mengatakan, pihaknya memberikan sanksi bersyarat kepada Yunus Pasau dengan skorsing perkuliahan selama 1 semester. Sanksi bersyarat itu sebelumnya telah diusulkan Fakultas Ilmu Sosial kepada pimpinan Universitas.

Sanksi bersyarat ini juga menjadi pertimbangan pihak kampus setelah Kapolda Gorontalo menyarankan pemberian sanksi dalam artian mengedukasi.

“Sanksi ini akan diterapkan tetapi sanksi bersyarat. Sanksi akan terus dilakukan selama 1 semester (6 bulan), apabila penugasan khusus yang diberikan tidak dilaksanakan bersangkutan,” Ucap Eduart.

“Penugasan khusus ini artinya Yunus Pasau harus membuat tulisan karya ilmiah sebanyak 4 halaman,” Tambahnya.

Menurut Rektor UNG, sanksi ini dilakukannya sebagi bentuk pembelajaran untuk mendidik Mahasiswa yang berorasi harus mentaati norma etika dalam menyampaikan pendapat dihadapan umum.

“Jadi ini juga menjadi tanggungjawab kita sebagai pimpinan kampus. Kasus ini juga mengajarkan kita sebagaimana kondisi generasi muda saat ini, terutama dalam penggunaan tutur bahasa. Ini harus jadi intropeksi diri kita semua,” Imbuhnya.

Atas peristiwa ini, Rektor UNG bersama Civitas Akademik termasuk oknum mahasiswa memohon maaf kepada Presiden Republik Indonesia dan masyarakat.

“Atas nama pimpinan UNG, kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada Presiden dan masyarakat yang menjadi tidak nyaman atas pernyataan yang dilakukan mahasiswa. Semoga sanksi yang diberikan bisa meredam atau menyelesaikan polemik ini,” harapnya.

Sebelumnya, Video seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial angkatan 2019, Universitas Negeri Gorontalo menghina Presiden Jokowi dengan kata tak senonoh viral di media sosial. Penghinaan itu dilontarkan mahasiswa bernama Yunus Pasau saat berorasi dalam unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM di simpang 5 Kota Gorontalo, Jumat (02/9/2022).

Awalnya ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa dengan keadaan aman. Namun salah satu orator (Yunus Pasau) meneriaki Presiden dengan kata tidak sopan.

“Sepakat lawan? Sepakat! Hanya ada satu kata, lawan! Hanya ada satu kata, lawan! Presiden Republik Indonesia k*****!” ujar mahasiswa tersebut.

Reporter : Enda/Dulohupa