Dulohupa.Id – Meskipun di balik jeruji besi, tak membuat ratusan narapidana di Lapas Kelas Dua A Kota Gorontalo mempelajari ilmu agama dengan belajar mengaji.
Warga binaan itu terlihat kompak mengenakan sarung, peci dan berbaju koko seperti layaknya santri, sambil melantunkan huruf-huruf hijaiyah dengan dibimbing petugas lapas maupun ustad.
Untuk Napi baru belajar mengaji, mereka dibagi dalam beberapa kelompok agar materi quran yang dipelajari mudah dimengerti.
Materi yang diajarkan pun baru dasar-dasar alquran yakni huruf hijaiyah, karena sebagian besar Napi disini mengaku tidak tahu membaca tulis Alquran.
Seorang warga binaan Lapas, Thoriq Bahua mengaku, setelah mengikuti pengajian setiap harinya, ia bersama temannya sudah lancar mengenal Iqro hingga membaca Alquran.
Thoriq berharap dengan aktivitas mengaji di bulan suci Ramadhan ini, dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah.
“Tentunya dengan kegiatan ini sangat positif, kami patut berterima kasih kepada pihak lapas, karena adanya program ini, kita dapat mengevaluasi ilmu-ilmu yang tadinya kita belum bisa baca iqro dan Alqura, kita bisa tampil di depan umum,” ucap Thoriq.

Kasie Binadik Lapas kelas dua A Gorontalo, Kasdin Lato menjelaskan, kegiatan belajar mengaji di Lapas merupakan program pemberantasan buta huruf alquran dan pendidikan akhlaq yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Gorontalo.
Untuk memotivasi warga binaaan, pihak lapas mengadakan lomba baca Iqro dan Tahfiz quran melalui kegiatan pesantren kilat selama bulan suci Ramadhan.
“Dalam pesantren kilat itu sendiri itu diisi dengan kegiatan lomba keagamaan dalam rangka memotivasi warga binaan, salah satunya lomba Iqro satu sampai Iqro enam, kemudian ada lomba tafsir quran,” tutur Kasdin.
“Lomba lomba seperti inilah menjadi pemicu bagi warga binaan untuk mengikuti kegiatan ini, bahkan masjid ini dari pagi sudah dipenuhi warga binaan,” lanjutnya.
Tak hanya belajar membaca tulis alquran, warga binaan juga mengikuti kegiatan tausiyah. Ilmu agama yang dipelajari diharapkan, dapat memberikan siraman rohani bagi warga binaan agar tidak mengulangi kesalahan.
(SDM/Dulohupa)












