Dulohupa.id-Vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat berusia lanjut usia (lansia) saat ini menjadi fokus utama tenaga kesehatan di Puskesmas Paguat, Kabupaten Pohuwato. Bukan tanpa alasan, sebab sejauh ini, jumlah lansia yang telah mengikuti vaksinasi memang terbilang rendah.
Data yang berhasil dihimpun dulohupa.id, ada sedikitnya 1092 lansia yang menjadi target vaksinasi di wilayah tersebut. Namun, sejak kemarin hingga hari ini, baru ada 27 lansia yang telah selesai divaksinasi.
Kepala Puskes, Hendrik Husain mengungkapkan, bahwa memang saat ini fokus utama pihaknya bagaimana mengejar target vaksinasi kepada para lansia. Karena itu, sejauh ini pihaknya gencar berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mendorong para lansia mengikuti vaksinasi.
“Kami terus berupaya memberikan sosialisasi lintas sektor, dan kami juga ada grub kecamatan, kami mengimbau pemerintah kecamatan dan desa, dan unsur pemuda agar supaya dapat memberikan sosialisasi langsung dengan masyarakat lansia yang ada di desa masing,” ujar Hendrik.
Rencana sosialisasi pun hingga saat ini mulai disusun oleh pihak puskesmas dan kecamatan. Misalnya dengan memasang baliho reklame di masing desa.
“Rencana kita akan membuat media-media berupa baliho dengan memuat foto-foto sebagian lansia yang sudah divaksin kemarin. Agar supaya dapat memberikan satu motivasi bagi yang lainnya” sambungnya.
Sementara juga pihaknya kata Hendrik, sedang merancang posyandu lansia. Tujuannya agar lansia yang sulit melakukan penyuntikan vaksin di puskesmas, bisa langsung dilakukan di posyandu tersebut.
“Alhamdulillah sudah ada beberapa desa yang sudah memberikan sinyal bagus, mereka mendukung kegiatan vaksinasi di Posyandu Lansia,” imbuhnya.
Sementara itu, Yati Maharadju, salah satu tenaga kesehatan (nakes) yang menangani vaksinasi mengungkapkan, akan membuka pelayanan vaksinasi setiap hari.
“Karena vaksinasi terhadap lansia ini menjadi salah satu prioritas kami, untuk itu kami siap untuk buka pelayanan setiap hari, tapi sesuai dengan jam kerja,” ujar Yati
Adapun terkait KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi), kata Yati, sejauh ini belum ada dilaporkan atau memang tidak terjadi sama sekali.
Reporter: Hendrik Gani












