Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Puluhan Siswa SMA 1 Limboto Ikuti Pengurusan KTP-el Secara Offline

×

Puluhan Siswa SMA 1 Limboto Ikuti Pengurusan KTP-el Secara Offline

Sebarkan artikel ini
Para siswa di SMA Negeri 1 Limboto saat mengikuti pengurusan KTP-el secara offline/Fandiyanto Pou
Para siswa di SMA Negeri 1 Limboto saat mengikuti pengurusan KTP-el secara offline/Fandiyanto Pou

Dulohupa.id- Puluhan siswa SMA Negeri 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo mengikuti pengurusan kartu Tanda penduduk elektronik  (KTP-el) secara offline. Pengurusan itu berlangsung di Aula SMA N Limboto, Selasa (7/9) pagi. 

Pantauan Dulohupa.id, satu persatu siswa-siswi melakukan pengambilan data secara digital oleh petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gorontalo, baik itu tanda tangan, pengambilan sidik jari serta pemindaian retina, dan pelaksanaan tersebut berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Salah satu siswa Dwi Putri Kaharu (17) asal Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto mengatakan, awalnya pengurusan KTP diketahuinya setelah mendapatkan informasi awal dari pihak sekolah. Menurutnya, pengurusan ini sangatlah bagus, karena sudah tidak lagi pergi ke kantor disdukcapil. 

“Saya tau ini karena guru-guru yang beritahu. Jadi, saya langsung ba urus (mengurus) KTP, ini juga bagus tidak lagi susah payah pergi ke kantor disdukcapil,” ujar Dwi ditemui Dulohupa.id di lokasi. 

Sementara itu, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Kabupaten Gorontalo, Karmeng Imran mengatakan, kegiatan ini tidak lain adalah untuk mengejar target KTP-el yang berusia 17 tahun ke atas, khususnya untuk para siswa di Kabupaten Gorontalo. 

“Ini juga informasi langsung dari Dinas PMD Dukcapil Provinsi Gorontalo, agar kiranya pelaksanaan vaksinasi diintegrasikan dengan pengurusan KTP-el, supaya siswa yang sudah berusia 17 tahun sudah mempunyai KTP-el,” ungkap dia.  

Kegiatan ini kata Karmeng, dilaksanakan kurang lebih selama dua hari ke depan dan kemungkinan akan dilakukan di seluruh SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Gorontalo. Ini juga berlaku untuk siswa yang masih dibawah usia 17 tahun, sehingga data mereka juga sudah masuk dan tidak lagi susah untuk mengurus KTP-el. 

“Kenapa diberlakukan untuk siswa yang di bawah umur, supaya mereka tidak lagi susah untuk melakukan pengurusan di kantor, hanya langsung memberitahukan nama mereka, dan tidak perlu lagi melakukan screening digital. Kami targetkan setiap sekolah itu kurang lebih 200 siswa,” tutup Karmeng.

Reporter: Fandiyanto Pou