Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIPEMPROV GORONTALO

Provinsi Gorontalo Masuk 10 Besar Inflasi Terendah di Tingkat Nasional

300
×

Provinsi Gorontalo Masuk 10 Besar Inflasi Terendah di Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Inflasi Gorontalo
Penjagub Gorontalo, Kepala perwakilan Bank Indonesia Gorontalo saat menghadiri rapat bersama Tim pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo beberapa waktu lalu. (Dok: Kominfo)

Dulohupa.idProvinsi Gorontalo masuk dalam 10 besar inflasi terendah di tingkat nasional. Gorontalo menduduki urutan ke 8 inflasi terendah 2022 year on year (YoY) dengan angka 5,16 persen.

Hal itu diumumkan Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS) Margo Yuwono saat menyampaikan laju inflasi sepanjang tahun 2022 mencapai 5,51 persen, Senin (2/1/2023) melalui siaran pers BPS.

Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat naik dari 107,66 pada Desember 2021 menjadi 113,59 pada Desember 2022.

Kepala Biro Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan Sultan Kalupe menyebutkan, ada beberapa strategi yang dilakukan Pemprov Gorontalo dalam hal menekan laju inflasi di daerah. Diantaranya, tingginya kehadiran penjabat gubernur dalam setiap HLM TPID dan pelaksanaan operasi pasar murah mendorong empati dan komitmen OPD, yang kemudian ditindak lanjuti dengan Pemprov Gorontalo melakukan launching GNPIP Gorontalo secara cepat pada 13 Agustus 2022 setelah launching GNPIP di Malang 10 Agustus 2022.

Disamping itu, Pemprov Gorontalo juga menanggapi serius hasil kesepakatan HLM TPID, dengan menerbitkan SE Gubernur No.500/BP/Ekbang/793/VII/2022, untuk pelaksanaan urban farming kepada seluruh pemda kabupaten/kota dalam hal pengendalian inflasi. Selanjutnya, yang di lalukan Pemprov Gorontalo adalah selalu mensinergikan program vaksinasi dengan memberikan bantuan berupa beras.

“TPID Gorontalo juga melaunching system pemantaun GNPIP, melalui aplikasi germas batari atau monitoring distribusi bibit dan perkiraan hasil/waktu panen. Intinya keberhasilan ini ada karena kerja keras, regulasi birokrasi, sinergitas program, juga komunikasi yang efektif antara Pemprov Gorontalo, Forkopimda, kantor perwakilan Bank Indonesia, dan instansi vertikal lainnya,” ungkap Sultan.