Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Program E-PASS di Bone Bolango Dinilai Menggeliatkan Ekonomi Masyarakat

DULOHUPA.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango meminta program Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS) di Kabupaten Bone Bolango dapat berkelanjutan.

Sebab, proyek bantuan internasional yang dirancang untuk mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya dalam pengelolaan konservasi di Sulawesi itu, dinilai membantu dalam meningkatkan geliat ekonomi masyarakat di desa penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Ishak Ntoma saat menghadiri dan membuka kegiatan workshop exit strategi yang diselenggarakan oleh Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan FCU E-PASS, di Hotel Aston, Kota Gorontalo, beberapa waktu lalu.

Sesuai data yang ada, di Kabupaten Bone Bolango sendiri ada setidaknya tujuh kelompok binaan dari E-PASS yang tersebar di Kecamatan Bulango Ulu, Suwawa, Tilongkabila, Suwawa Timur, dan Pinogu. Kelompok ini telah dibina oleh E-PASS dan telah mengembangkan usahanya di bidang pemberdayaan masyarakat desa pada sektor pariwisata dan kerajinan tangan.

Makanya lanjut Ishak, lewat kegiatan workshop exit strategi tersebut, pihaknya pula mengevaluasi kembali berbagai hal yang telah dilakukan bersama, baik oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Balai TNBNW, maupun lembaga E-PASS.

“Evaluasi tersebut mulai dari tahap perencanaan kegiatan, capaian kegiatan, sampai pada tahap deteksi kendala atau permasalahan untuk disiapkan rencana tindak lanjutnya. Sekaligus meningkatkan kematangan koordinasi sampai pada tingkat pemerintah kecamatan, pemerintah desa sampai pada kelompok binaan,” kata Ishak.

“Dengan kerjasama kita semua ini, tentu akan mewujudkan tujuan pemerintah untuk selalu memperhatikan taraf hidup orang banyak. Sehingga negara akan selalu hadir dalam proses pembangunan berkesinambungan yang tentunya selalu memperhatikan aspek kelestarian alam dan pemeliharaan konservasi lingkungan yang ada,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, lanjut Sekda, berharap pada kesempatan selanjutnya dapat turut dilibatkan dari sisi perencanaan dan desain kegiatan yang akan dilaksanakan. Dengan demikian, saat lembaga donor ataupun CSR berakhir kegiatannya, maka keberlanjutan kegiatan pendampingan kelompok masyarakat binaan dapat dilaksanakan sendiri oleh pemerintah setempat.

“Semoga kegiatan workshop exit strategi yang dilaksanakan ini dapat menyimpulkan hal-hal yang akan dilaksanakan dikemudian hari,” kata Ishak Toma, memungkasi peryataanya.

Hadir pada kegiatan workshop exit strategi tersebut, Kepala Balai TNBNW Supriyanto, Kepala Disparekraf Bone Bolango Lukman Daud, Kepala Bappeda-Litbang Bone Bolango Basir Noho, dan sejumlah perwakilan pimpinan OPD terkait, baik Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, Camat Suwawa Timur Maxmilian Ali, serta undangan lainnya.

Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS) sendiri adalah proyek bantuan internasional yang dirancang untuk mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya dalam pengelolaan konservasi di Sulawesi. Proyek ini dimulai pada tahun 2011 dan telah memperoleh dukungan hibah dari GEF (Global Environment Society).

Sasaran proyek adalah sistem kawasan lindung yang dikelola secara efektif yang terintegrasi dengan baik ke lanskap sekitarnya yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, inklusif dan adil di Sulawesi. Tujuan proyek adalah untuk memperkuat keefektifan dan keberlanjutan finansial sistem PA Sulawesi untuk menanggapi ancaman yang ada terhadap keanekaragaman hayati yang signifikan secara global.

Reporter: Mega