Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
NASIONAL

Produksi Tambang di Pohuwato, Merdeka Copper Gold Investasi Senilai Rp10 Triliun

×

Produksi Tambang di Pohuwato, Merdeka Copper Gold Investasi Senilai Rp10 Triliun

Sebarkan artikel ini
Tambang Pohuwato
Wakil Presiden Merdeka Copper Gold, Simon James Milroy. (Foto: Hendrik Gani)

Dulohupa.id – Perusahaan Merdeka Copper Gold menginvestasikan senilai Rp10 Triliun untuk produksi tambang emas di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Wakil Presiden Merdeka Copper Gold, Simon James Milroy menjelaskan, nominal investasi itu terbesar dari dua wilayah pertambangan yang dikelola oleh perusahaan mereka. Seperti, Tambang Emas Tujuh Bukit yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur, dan Tambang Tembaga Wetar yang ada di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya.

“Proyek Pani Gold adalah yang terbesar investasinya dari dua lokasi tambang yang kita kelola,”ungkap Simon, ditemui usai kegiatan pembuatan jalan by-pass di Desa Teratai, Kamis (22/9/2022).

Simon James Milroy juga mengaku, dalam dunia pertambangan investasinya itu tidak merujuk pada satu bagian saja, namun ada beberapa bagian seperti, peralatan produksi, infrastruktur, dan yang paling besar kucuran dana itu ada pada mining equipment atau peralatan penambangan emas itu sendiri.

“Jadi tambang itu yang paling banyak porsi investasinya adalah peralatan produksi, kemudian infrastruktur. Seperti, jalan, camp, tower, listrik, dan yang besar itu adalah mining equipment. Peralatan pertambangan itu mahal, jadi investasi kita itu di hal-hal penting seperti itu,”jelasnya.

Hal itu menjadi perhatian karena menurutnya, bukit yang akan dijadikan lokasi tambang tersebut memiliki kecuraman dan lancip, sehingga kata dia harus menggunakan alat-alat yang sesuai.

“Tempat penambangan itu bukitnya sangat curam, sangat tajam, kalau tidak digunakan dengan alat yang proper (sesuai) itu tidak akan bisa di tambang,” sambung Simon James Milroy.

Sebagai tambahan, proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, berpotensi menjadi tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik.

Proyek yang sudah pada tahap awal kontruksi dan eksplorasi ini, bersama studi kelayakan dan penyesuaian sejumlah perizinan, diperkirakan dapat beroperasi mulai tahun 2025 mendatang, serta diperkirakan beroperasi selama 15-30 tahun kedepan.

Reporter: Hendrik Gani