Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKESEHATAN

Pihak RS Aloei Saboe Angkat Bicara soal Paslon Sebut Rikkes Terlalu Lama

×

Pihak RS Aloei Saboe Angkat Bicara soal Paslon Sebut Rikkes Terlalu Lama

Sebarkan artikel ini
Rikkes Paslon
Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan (Rikkes) RS Aloei Saboe, Kota Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Pemeriksaan kesehatan (Rikkes) pasangan calon kepala daerah yang dilaksanakan di Rumah Sakit (RS) Aloei Saboe, Kota Gorontalo, dalam tiga hari kedepan dianggap cukup lama waktu yang digunakan.

Hal ini diungkapkan oleh Calon Gubernur (Cagub) Gorontalo, Tonny Uloli, serta Cagub Hamzah Isa, kepada awak media dalam wawancara seusai mengikuti rangkaian tes kesehatan di hari pertama, Jumat (30/8/2024).

Pernyataan calon itu ditanggapi dari pihak rumah sakit. Ketua Tim Rikkes RS Aloei Saboe, dokter Irianto Dunda angkat bicara terkait waktu pemeriksaan kesehatan yang dianggap lama.

“Mereka merasa cukup lama, karena mereka hanya memikirkan diri sendiri. Kan kita memikirkan tiga daerah, tiga daerah ada berapa pasang coba, inikan kebersamaan, bukan hanya satu langsung pulang,” ujar dokter Irianto kepada awak media, Jumat (30/08/2024).

“Ini kan tim pemeriksa, namanya tim. Tim itu harus kompak, harus butuh kerjasama sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Iya harap dimengerti, kalau dia ngomong cuman satu dia bisa selesai apa-apa, iya karena cuman memikirkan diri sendiri,” lanjutnya lagi.

Kata dokter, dalam proses pemeriksaan kesehatan paslon dibutuhkan waktu selama 9 jam lamanya.

“(waktu pemeriksaan) Untuk kesehatan jiwa saja itu 270 menit (4,5 jam). Belum neurologi itu, mereka baru psikiatri untuk kesehatan jiwa itu ada dua psikologi dan psikiatri, jadi dua bagian itu dikalikan aja, itu butuh berapa jam?, satu hari berarti cukup kalau dia empat setengah jam, berarti waktunya sudah 9 jam. 9 jam itu satu hari, belum nanti neurologi, kita karena simultan kita bisa masuk sisip-sisipkan, karena periksa satu-satu,” jelas Ketua tim Rikkes.

Menurutnya, karena pemeriksaan kesehatan dilakukan pada tiga daerah maka mengharuskan dilaksanakannya selama tiga hari.

“Karena jam kerja kita sampai jam 5 sore, kadang-kadang kalau tidak ini (cukup), kita bisa lebih dari itu, dari jam yang ditetapkan. Apalagi di hari terakhir (rikkes paslon) hari Minggu,” pungkasnya.