Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
PERISTIWAPOHUWATO

Petani di Kecamatan Paguat Terancam Gagal Panen

×

Petani di Kecamatan Paguat Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Lahan sawah di Desa Bunuyo, Kecamatan Paguat yang terancam gagal panen, akibat lumpur dan sedimen lainnya dari limbah tambang emas/Hendrik Gani

Dulohupa.id – Aktivitas tambang emas di Kecamatan Dengilo mengakibatkan petani di Kecamatan Paguat terancam gagal panen.

Diketahui aktivitas tambang yang berada di wilayah Dengilo tersebut menyebabkan aliran sungai yang mengalir ke wilayah Paguat, tercampur sedimen pasir dan lumpur yang masuk ke persawahan para petani.

Salah satu petani di Kecamatan Paguat, Abdul Gafar Djauhari mengaku bahwa saat ini sawah miliknya yang ada di Desa Bunuyo, sudah bercampur lumpur akibat limbah dari aktivitas tambang emas tersebut.

“Sawah saya itu sudah tercampur dengan lumpur, bahkan rata-rata sawah yang ada di Desa Bunuyo begitu semua. Itu diakibatkan air yang musuk ke lahan sawah sudah tercampur dengan lumpur dan sedimen lainnya. Sehingga menyebabkan pertumbuhan padi tidak maksimal, dan menyebabkan padi menguning dan kerdil,” ungkapnya, saat ditemui Senin (24/1/2022).

Dirinya juga mengaku bahwa sebelum ada aktivitas tambang emas di Dengilo, lahan sawah yang ada di Kecamatan Paguat tidak seperti itu, bahkan air yang masuk di lahan sawah sangat jernih.

“Sebelum ada aktivitas tambang disana (Dengilo) air sungai itu jernih, tetapi setiap dibukanya aktivitas tambang air sungai mulai keruh,”sambungnya

Gafar juga menjelaskan bahwa keluhan para petani ini sudah diketahui oleh Pemerintah Kecamatan Paguat tetapi hingga kini belum ada solusi untuk mengatasi hal tersebut.

“Kejadian ini sudah diketahui oleh Camat Paguat, akan tetapi hingga saat ini belum ada solusi,”ujarnya.

Bahkan dirinya juga mengaku kejadian ini sudah terjadi berulang kali, bahkan sudah pernah dirapatkan oleh petani dengan pemerintah kecamatan. Dan sudah ada kesepakatan di lokasi tambang tersebut akan dibuatkan waduk penampung air limbah tetapi hingga saat ini belum terealisasikan.

“Lalu sudah sempat kita rapatkan dengan pemerintah kecamatan, dan sudah ada kesepakatan bahwa yang mana di lokasi tambang itu akan dibuatkan waduk, akan tetapi hingga saat ini belum direalisasikan,” ungkapnya

Diakui Gafur ia tidak mempermasalahkan aktivitas tambang emas di Kecamatan Dengilo, namun bagaimana caranya supaya aktivitas di wilayah itu bisa dikelola dengan baik sehingga para petani tidak terkena dampaknya.

“Saya tidak melarang ada aktivitas tambang emas di Dengilo, akan tetapi bagaimana caranya supaya para petani juga tidak terdampak dengan kegiatan tersebut. Karena kita saat ini sama-sama mencari nafkah,” imbuhnya.

Reporter: Hendrik Gani