Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
BUDAYAPOHUWATO

Perayaan Maulid Nabi di Kerajaan 4, KT Olongia: Lestarikan Kearifan Lokal

×

Perayaan Maulid Nabi di Kerajaan 4, KT Olongia: Lestarikan Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
Maulid Nabi Muhammad
Suasana perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sipayo, Kecamatan Paguat, Pohuwato.foto: Dadang Nuryadi

Dulohupa.id – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 hijiriah di kerajaan empat yang dipusatkan di Desa Sipayo dan dimotori Karang Taruna (KT) Olongia untuk melestarikan tradisi kearifan lokal.

Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar khusus di Kecamatan Paguat memiliki perbedaan tersendiri, terutama di empat desa yang memiliki raja-raja kecil, yaitu Desa Sipayo, Kelurahan Siduan, Desa Soginti, dan Desa Bunuyo.

Perayaan Maulid Nabi di empat desa tersebut dirayakan secara bergilir yang dihadiri oleh tiga desa lainnya. Seperti halnya yang ada di Desa Sipayo, Kecamantan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Ketua Karang Taruna Olongia Desa Sipayo, Janwar Hippy mengaku perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini yang berpusat di Desa Sipayo, tentunya menjadi momen untuk melestarikan kearifan lokal yaitu, festival tolangga yang akan dilombakan.

Tolangga sendiri setelah abad ke 18 saat islam masuk ke Gorontalo, pada tahun 1927 istilahnya adalah lilingo, artinya kecil seperti lingkaran yang ada di kepala, dan diletakan sejumlah kue di dalamnya. Setelah tahun 1937 dari lilingo berganti istilahnya menjadi toyopo, artinya tempat itu lebih besar dari lilingo.

Setelah dirumuskan oleh bate para pemangku adat di Gorontalo di tahun yang sama 1937 toyopo berganti nama menjadi Tolangga yang dikenal hingga saat ini. Tolangga sendiri berdimensi besar yang telah ditingkatkan oleh para pemangku adat pada jaman itu.

“Selain perayaan nasional tentunya ada juga perayaan tradisional seperti lomba tolangga,” ujar Janwar Hippy, Jum’at (29/9/2023).

Dalam perayaan Maulid Nabi kata Janwar tentu sepenuhnya kegiatan ini mendapat support dari masyarakat. Hal itu berkat kolaborasi, KT Olongia, masyarakat, dan pemerintah desa sehingga terlaksana kegiatan yang mulia ini.

“Anggaran ini seluruhnya merupakan sumbangan dari bapak ibu donatur masyarakat yang ada di Desa Sipayo,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Janwar Hippy juga mengaku masyarakat Desa Sipayo memiliki keberagaman, sikap gotong royong yang besar, yang membuat setiap kegiatan yang digelar ditempat ini dapat berlajan dengan sukses, dan tidak akan pernah berhenti membeikan kontribusi kepada pemerintah daerah.

“Desa Sipayo meski desa yang sangat kecil, tapi besar dengan keberagaman, sikap gotong royong. Kami tidak akan berhenti memberikan kontribusi besar kepada pemerintah daerah, khususnya bapak bupati dan ibu wakil bupati,” ucap Janwar Hippy.

Reporter Hendrik Gani