Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Pengguna Mobil Pribadi Protes, Antrian BBM di SPBU Luhu Telaga Dinilai Buruk

×

Pengguna Mobil Pribadi Protes, Antrian BBM di SPBU Luhu Telaga Dinilai Buruk

Sebarkan artikel ini
SPBU Luhu, Telaga/Gmaps

Dulohupa.id- Seorang pengguna mobil pribadi, Rucen Mii protes terhadap prosedur antrian BBM di SPBU Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Menurut pria paruh baya ini, SPBU tersebut hanya memprioritaskan mobil truck. 

Karena kesal, Rucen pun melayangkan laporan ke Ombudsman Gorontalo. Ia melaporkan perlakuan yang kurang mengenakkan yang didapatkan dari SPBU tersebut. 

Kejadian bermula ketika Rucen Mii warga Kelurahan Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo ini hendak mengisi BBM jenis Solar di SPBU Luhu. Rucen yang saat itu hendak ingin melakukan perjalanan ke Atinggola berinisiatif mengisi BBM kendaraannya yang berbahan bakar Solar.

Saat mendatangi SPBU Luhu, Rucen mendapati antrian panjang kendaraan besar yang sebagian besar dump truck yang terparkir mengantri di dua antrian panjang. Dengan kondisi tersebut Rucen memarkirkan kendaraannya tepat di samping kendaraan truk lain yang hendak mengisi BBM dengan harapan sebagai jalur mobil pribadi sebagai penyeimbang jalur untuk dump truck.

Saat ditemui, Rucen mengungkapkan bahwa seharusnya SPBU Luhu sebagai agen penyaluran BBM kepada masyarakat memberikan pelayanan yang merata terhadap seluruh masyarakat tak terkecuali. Sehingga Rucen berpendapat bahwa seharusnya dua jalur antrian yang dibuka oleh SPBU Luhu ini ada satu yang dikhususkan untuk mobil berukuran lebih kecil namun berbahan bakar diesel.

“Seharusnya mereka membuka jalur khusus untuk kendaraan pribadi atau kendaraan kecil, kalo kita harus antri bersama truk besar jelas ini tidak adil. Yang parahnya, mereka sampaikan ke saya bahwa ini ada nomor antriannya yang diambil waktu hari Sabtu atau dua hari sebelum mengisi BBM, jelas ini melanggar, sebab bukan seperti ini prosedurnya” ungkap Rucen.

Rucen mengaku bahwa dirinya mendapat perlakuan yang kurang mengenakan dari sejumlah karyawan SPBU Luhu, sampai mengancam tidak akan mengisi kendaraannya.

“Saya merasa tidak dihargai sebagai konsumen, sementara saya hanya menyampaikan pendapat saya terkait adanya jalur khusus kendaraan pribadi seperti pada SPBU lain contohnya di SPBU Sudirman Kota Gorontalo” ujar Rucen.

Sementara itu, Manager Operasional SPBU Luhu, Fery Muhammad saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut menyampaikan bahwa benar ada kejadian yang melibatkan salah seorang konsumen yang mengendarai mobil Fortuner Putih dengan dua karyawannya yang bertugas pada saat itu. Namun Fery berpendapat bahwa kejadian tersebut hanya kesalahpahaman dan seharusnya tidak perlu diperpanjang.

“Memang benar bahwa pada Selasa kemarin sempat ada kejadian yang melibatkan karyawan saya dengan salah seorang konsumen. Pada dasarnya ada miskomunikasi antara kedua pihak, sebab pemilik mobil Fortuner itu langsung menerobos antrian sehingga sedikit memicu ketegangan. Terlebih saat itu juga banyak sopir-sopir truk yang antri sedari pagi” ujar Fery yang juga merupakan manager Operasional di lima SPBU di wilayah Gorontalo.

Fery mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah memberikan teguran kepada karyawan yang terlibat dalam kejadian tersebut. Ia berpendapat bahwa bagaimanapun tidak pantas ketika karyawannya beradu argumen dengan konsumen sekalipun ada dipihak yang benar.

“Saya sudah tegur yang bersangkutan, kebetulan mereka itu karyawan senior juga. Karena bagi saya terlepas dari benar dan tidaknya karyawan saya tetap tidak pantas beradu argument dengan konsumen, karena untuk memberikan pemahaman kepada konsumen itu ada bagiannya tersendiri” ujar Fery.

**