Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKAB. GORONTALOPERISTIWA

Penganiayaan Anak di Talaga Jaya, Korban Ditendang dan Dipukul di Kepala

×

Penganiayaan Anak di Talaga Jaya, Korban Ditendang dan Dipukul di Kepala

Sebarkan artikel ini
Penganiayaan Anak
Korban Penganiayaan Anak di Talaga Jaya dirawat di rumah sakit didampingi sang ibu. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Kasus penganiayaan anak terjadi di Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Mirisnya korban dan terduga pelaku sesama anak perempuan di bawah umur.

Korban yang merupakan siswi SMP tersebut tengah menjalani perawatan di RS Aloei Saboe Kota Gorontalo. Sebelumnya kasus ini sempat viral di media sosial, dimana dalam video memperlihatkan korban awalnya ditendang, dijambak hingga dipukul di bagian kepala pada Minggu (11/5/2025) malam.

Orang tua korban, H-K kepada media Dulohupa menceritakan awal kejadian penganiayaan terhadap putrinya. Pada Minggu malam, dirinya bersama sang anak kembali dari acara pernikahan sekitar pukul 23.00 wita. Sampai dirumah, H-K memerintahkan korban untuk segera istirahat mengingat sudah larut malam.

“(kemudian) Temannya ba WhatsApp, ba telpon, mengajak korban untuk kembali ke acara pernikahan tersebut. Baru saya bilang tidak usah sudah lat. Lalu anaknya saya sampaikan ke temannya bahwa saya tak izinkan,” ujar H-K, saat ditemui di rumah sakit, Rabu (14/05/2025).

“Lalu temannya (melalui Whatsapp) suruh cari alasan, supaya bersama-sama ke acara,” lanjutnya.

Lebih lanjut kata H-K, karena tak diizinkan, teman korban kemudian mendatangi rumahnya tak lain untuk mengajak korban keluar.

“Saya pikir kasana karena dorang (teman korban) sudah didepan rumah, saya pikir juga acara itu dekat dari rumah orang tua (nenek korban), saya juga pikir setelah acara dia sudah mau menginap di omanya. Saya sebelumnya tidak ada pikiran kalau anak saya akan dipukul,” ungkapnya.

Ia baru mengetahui tindakan penganiayaan terhadap anaknya dari salah satu keluarga yang menghubungi lewat via telepon.

“Saya langsung ke lokasi kejadian itu, saya dapat riki ini pelaku sudah tidak di lokasi kejadian, tapi sudah di jalan,” kata Hapsa.

“Saya ketemu pelaku, saya sudah gemeter, saya suka mau pukul pelaku. Tapi pelaku bilang tante-tante tunggu, tante denger dulu masalah ini (kata pelaku). Dia bilang tante (kata pelaku), saya ini tidak baku kenal dengan anaknya tante, saya (pelaku) dibilang oma-oma,” sambungnya.

Terduga pelaku memukul pelaku karena dikatai seperti nenek-nekek oleh korhan. Setelah mendengar penjelasan pelaku, orangtua korban kemudian mulai tenang, karena merasa anaknya berbuat salah lebih dulu terhadap terhadap pelaku.

“Dimalam itu saya kase damai, saya kase ketemu (pelaku-korban), agar nanti ketemu di tempat lain, dia (pelaku) tidak akan memukul anaknya saya,” tuturnya.

Keesokan harinya, orangtua korban dikirimi video yang memperlihatkan aksi penganiayaan putrinya.

“Saya dapat ini video, saya tidak terima. Lalu saya ke polsek, saya buat laporan di polsek kemudian diarahkan ke Polres Gorontalo,” ucapnya.

“Yang bikin saya sesali, saya pe anak dia (teman korban) pangge di rumah ada baik-baik tidak ada apa-apa, sampai di lokasi dorang pukul, yang saya sesali teman anak saya cuman dorang lihat dia dipukul, abis dipukul dorang ba goyang akan, itu yang saya sesali sampai sekarang, saya tidak terima,” tegas H-K.

Saat ini korban masih dirawat di rumah sakit Aloei Saboe Kota Gorontalo dan mengalami trauma atas kejadian tersebut. Korban mengalami luka lebam di kepala dan wajah.

Reporter: Yayan