Gorontalo – Penanaman pohon serentak yang dilakukan di jalan GORR oleh ribuan ASN warnai Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Gorontalo, Selasa (11/11/2025). Kegiatan pencanangan dilaksanakan di Gunung Potong Puncak Mahoni, Desa Huidu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Sebanyak 900 bibit pohon jenis Glodokan Tiang disiapkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo yang ditanam serentak di sepanjang 10 kilometer Jalan GORR oleh ASN dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penanaman ini melengkapi kegiatan sebelumnya yang telah dilakukan oleh Dinas LHK yakni penanaman 2.000 pohon di ruas sepanjang 20 kilometer jalan yang sama.
Selain itu, pencanangan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo diisi dengan kegiatan senam pagi bersama ASN, penanaman pohon, serta hiburan oleh grup band lokal The Soul. Peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo mengusung tema “Bangun Gorontalo untuk Indonesia Maju”.
“Pencanangan hari ulang tahun ke-25 Provinsi Gorontalo kita mulai dengan langkah yang akan menerawang jauh ke depan, tandai dengan penanaman pohon hias yang akan menghiasi sepanjang Jalan GORR ini kurang lebih 36 kilometer. Ini langkah awal yang besar karena lima hingga 15 tahun yang akan datang kita akan melihat ruas Jalan GORR ini semakin indah dan nyaman untuk dilalui,” kata Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam sambutannya pada kegiatan itu.
Gubernur Gusnar menegaskan, peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo tidak saja diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga beragam kegiatan yang bermanfaat langsung kepada masyarakat. Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggelar kegiatan yang mengambil lokasi di daerah yang agak jauh, yang selama ini tidak pernah merasakan dan menikmati peringatan HUT Provinsi Gorontalo.
Sementara Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam. Hal ini disampaikan Idah usai mengikuti kegiatan penanaman pohon dalam rangka pencanangan
“Kalau bisa, setiap dinas punya rasa tanggung jawab terhadap pohon yang ditanam. Siapkan saja satu jeriken air untuk menyiraminya, karena saya melihat ada beberapa yang mulai layu. Tandai pohon yang kalian tanam agar menjadi tanggung jawab sendiri. Ini soal kesadaran kita bersama,” pesan Idah usai penanaman.
Wagub juga menuturkan, merawat pohon bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan wujud cinta terhadap alam yang bernilai spiritual.
“Ingat, pohon juga makhluk Allah yang berzikir. Ketika kita menyiraminya, pohon itu mendoakan kita agar diberikan umur panjang dan rezeki yang berkah,” ujarnya.












