Dulohupa.id – Wakil Ketua l DPRD Kabupaten Pohuwato, Idris Kadji bersitegang dengan penambang emas pada saat rapat dengar pendapat terkait ditutupnya sejumlah toko emas di Pohuwato, Gorontalo, Selasa (15/8/2023).
Sebelumnya rapat dengar pendapat yang digelar DPRD bersama sejumlah pemilik toko emas, dan perwakilan penambang lokal itu berjalan baik.
Diakhir rapat, Wakil Ketua DPRD Idris Kadji kemudian meminta pandangan dari para penambang lokal untuk menyampaikan keluhannya buntut sejumlah toko emas ditutup. Menurut para penambang emas kesulitan menjual hasil tambang mereka.
Akan tetapi pada saat menyampaikan tanggapan, Wakil Ketua DPRD Pohuwato Idris Kadji merasa apa yang disampaikan oleh Sungkono Kaluku (penambang) tidak masuk pada konteks yang menjadi tujuan rapat tersebut. Perwakilan penambang pun disuruh diam dengan nada yang keras.
“Diam,” sahut Wakil Ketua DPRD, Idris Kadji sambil menunjuk dan melontarkan nada yang sangat keras.
Merasa tak didengar oleh Wakil Ketua DPRD, Sungkono Kaluku merasa tidak dihargai. Menurutnya apa yang dilakukan Wakil Ketua DPRD saat mendengarkan aspirasi rakyat tidak sepantasnya dilakukan.
“Saya ini rakyat, dan ini kantor kami, kami berhak menyampaikan aspirasi, tidak bisa begitu anda,” tegas Sungkono Kaluku membalas sahutan Idris Kadji.
Saling lempar kalimat pun terjadi, alhasil Wakil Ketua DPRD, Idris Kadji dan Sungkono Kaluku pun berdiri dan nyaris baku pukul.
Melihat hal itu rapat pun terhenti. Para tamu undangan yang menghadiri rapat tersebut memegangi kedua bela pihak yang bersitegang, dan mencoba melerai.
Wakil Ketua DPRD Idris Kadji dilerai hingga ke masuk dalam ruangan lain di kantor DPRD Pohuwato.
Setelah berhasil dilerai oleh beberapa masyarakat dan anggota DPRD lainnya, keadaan pun mulai kondisif. Kemudian rapat dilanjutkan oleh salah satu anggota DPRD Beni Nento hingga rapat selesai.
Reporter: Hendrik Gani












