Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIINTERNASIONALPEMPROV GORONTALO

Pemprov Gorontalo dan Gubernur Ehime Jepang Kerja Sama di Berbagai Sektor

224
×

Pemprov Gorontalo dan Gubernur Ehime Jepang Kerja Sama di Berbagai Sektor

Sebarkan artikel ini
Kerja Sama Jepang Gorontalo
Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer (tiga kiri) dan Gubernur Ehime Tokihiro Nakamura (dua kiri) menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) di Kantor BI Perwakilan Gorontalo, Kamis (19/1/2023). Foto: Diskominfo

Dulohupa.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer bersama Gubernur Ehime, Jepang, Tokihiro Nakamura melakukan kerja sama di berbagai sektor untuk meningkatkan perekonomian.

Kerja sama itu terungkap setelah kedua pihak melakukan teken Memorandum Saling Pengertian (MSP) dengan  bertempat di kantor Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Kamis (19/1/2023). Kerja sama Gorontalo dan Ehime Jepang itu menjadi babak baru hubungan kerja sama dua provinsi beda negara itu.

Sebelum penandatanganan MSP, penjajakan kerja sama sudah dilakukan sejak tahun 2021. Diseriusi dengan Surat Pernyataan Kehendak atau Letter of Interest kedua provinsi yang dilakukan pada tanggal 16 dan 23 September 2022. Ditindaklanjuti dengan Persetujuan DPRD pada tanggal 22 November 2022.

“Hari ini, alhamdulillah kerjasama dengan Ehime merupakan kerja sama city to city meliputi manajemen lingkungan, pembangunan ekonomi dan industri, pertanian dan kehutanan serta pendidikan dan pelatihan. Kesepakatan akan dijabarkan secara teknis dalam program berikutnya,” kata Hamka.

Sebelum melakukan penandatanganan MSP, Penjagub Hamka sempat mempresentasikan potensi Gorontalo dihadapan Gubernur Ehime Tokihiro Nakamura dan delegasinya. Potensi di sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan.

“Di sektor pertanian Gorontalo punya produksi unggulan jagung dengan luas tanam sekitar 338.845 hektar 334.946 hektar. Produksi jagung sebesar 1.5 juta ton per tahun,” beber Hamka

Di sektor perkebunan, Gorontalo memiliki empat budidaya unggulan yakni kepala, tebu, kakao dan cengkeh. Luas kelapa di Gorontalo seberapa 69.739 hektar dengan produksi 65.398 ton, tebu 9.526 hektar dengan produksi 51.175 ton, kakao luas lahan 13.710 dengan produksi 2.968 ton serta cengkeh luas lahan 13.390 hektar dengan produksi 1.369 ton.

“Di sektor perikanan, Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan (WPP) Gorontalo ada dua. Satu WPP dari perairan teluk Tomini hingga perairan laut Seram potensi perikanan tangkapnya sebesar 1.242.526 ton pertahun. WPP Laut Sulawesi sampai Samudera Pasifik bagian Utara pulau Halmahera dan Irian Jaya potensinya sebesar 597.139 ton per tahun,” beber Hamka.

Produksi ternak Gorontalo setidaknya bisa dilihat dari tiga aspek yakni sapi, kambing dan unggas. Produksi sapi Gorontalo ditaksir berada di angka 2.679 juta kg, kambing 276.883 kg dan unggas 2,369 juta kg.

Adv/Diskominfo