Dulohupa.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan mengoptimalkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas dengan program BPJS. Pemutakhiran data peserta pun didorong untuk optimalisasi layanan. Hal itu dikatakan Wali Kota Gorontalo, Marten Taha Usai Rapat bersama pemangku kemitraan membahas tentang pelayanan BPJS terhadap program kesehatan di Kota Gorontalo, Kamis (20/5).
“Jadi kita itu punya kerja sama antara pemerintah dengan BPJS melalui JKN KIS (Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat). Ini, kita senantiasa membahas persoalan-persoalan yang ditemui dilapangan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat,” ujar Marten.
Karena itu, pihaknya meminta data harus rutin diperbaharui, karena jangan sampai hanya membayar iuran yang sudah meninggal, sudah pindah, atau sudah bukan peserta lagi, sedangkan ada yang baru lahir yang harus didaftarkan sebagai peserta.
“Saya sudah instruksikan untuk setiap saat memperbaharui data-data itu, paling tidak dua bulan sekali, sehingga iuran yang kita bayar itu benar-benar iuran pelayan kesehatan,” pinta Marten
Kata Marten, di Kota Gorontalo sendiri tidak ada lagi masyarakat yang tidak dilayani akses kesehatannya. Sebab, iuran BPJS bagi yang kurang mampu, itu sudah dibayarkan melalui anggaran pemerintah.
Apalagi saat ini, ada sedikitnya lima ribu masyarakat Kota Gorontalo yang telah menjadi peserta BPJS mandiri.
“Kesimpulannya bahwa, seluruh penduduk Kota Gorontalo sudah tercover dengan pelayanan kesehatan melalui program BPJS, jadi sudah tidak ada lagi tidak terlayani. Sudah tidak ada lagi masyarakat yang mengeluarkan anggaran,” tutup Marten
Reporter: Yusuf Konoli











