Scroll Untuk Lanjut Membaca
KAB. GORONTALOPemilu 2024

PEMKAB Gorontalo Pinjamkan Eks Kantor Perhubungan ke BAWASLU

61
×

PEMKAB Gorontalo Pinjamkan Eks Kantor Perhubungan ke BAWASLU

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan perjanjian kerjasama pinjam pakai Gedung Eks Dinas Perhubungan, foto/istimewa

Dulohupa.id – Eks kantor Dinas Perhubungan kini resmi menjadi milik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) selama lima tahun kedepan, sejak Jumat (15/12/2023). Hak penggunaan aset daerah itu telah disepakati dan sudah ada penandatanganan perjanjian kerjasama antara Bawaslu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo.

Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nawir Tondako. Sedangkan pihak Bawaslu ditandatangani langsung oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Wahyudin Akili.

Wahyudin Akili menjelaskan, penandatangan kerjasama ini merupakan perjanjian pinjam pakai gedung milik pemerintah daerah yakni gedung Ex. Gedung Kantor Dinas Perhubungan selama 5 tahun untuk keperluan Bawaslu dalam rangka menyelenggarakan Pemilu dan Pilkada.

“Kita sudah menggunakan kantor tersebut selama setahun ini dan telah banyak membantu kelancaran kinerja Bawaslu dalam menghadapi Pemilu 2024. Gedung ini sendiri sangat representatif sebagai kantor, “. Ujar Komisiner Bawaslu Kabupaten Gorontalo Wahyudin Akili.

“Kami berharap itu bisa menjadi bagian dari pada upaya pemerintah untuk memfasilitasi kami dengan gedung pemerintahan untuk kami pakai sebagai kantor bawaslu”. Tambahnya

Selanjutnya, Wahyudin menyampaikan, saat ini pemerintah daerah sementara menyiapkan alokasi tanah hibah yang beralamat di Kelurahan Tilihuwa (Kompleks Kampus IAIN Gorontalo) untuk pembangunan Kantor Tetap Bawaslu Kabupaten Gorontalo.

“Bawaslu RI juga tengah mengupayakan menyediakan anggaran untuk pembangunan gedung permanen. Kita juga sudah bermohon ke pemerintah daerah untuk tanah hibah dan itu terinformasi sementara berproses,” Wahyudin Akili.

 

Reporter: Herman Abdullah