Dulohupa.id – Dalam upaya optimalisasi penanganan dan penertiban terhadap Hewan Lepas, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango Melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Pol PP-Damkar) menggelar rapat Koordinasi, Kamis (02/11/22).
Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Ruangan Restorasi Kantor Bupati Bone Bolango dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Bone Bolango, Satuan Polisi Pamong Praja Bone Bolango, serta Camat dan Kepala Desa yang ada di Lingkup wilayah Kabupaten Bone Bolango.
Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa melalui Rapat Koordinasi ini diharapkan masalah persoalan hewan lepas yang ada di wilayah Bone Bolango dapat lebih dioptimalkan dalam penertibannya. Karena selain dapat merusak Fasilitas umum, hewan lepas tersebut juga dapat menganggu pengguna jalan dan kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Saya heran, orang yang punya ternak kok mereka tidak tahu kalau tanaman ini kita tanam kan untuk kita rawat, untuk keindahan daerah dan juga lingkungan. Apalagi banyak hewan yang dilepas dan diikat di jalan-jalan Protokol,” Ujar Wabup Merlan Uloli.
Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Merlan Uloli juga meminta agar Perda yang telah dibuat, harus dilaksanakan dan direalisasikan. Perda yang dimaksud adalah Perda Nomor 48 Tahun 2008 tentang tata cara penertiban hewan lepas, serta peraturan turunan lainnya terkait dengan Penertiban hewan lepas juga harus dioptimalkan.
“Ini sebenarnya karena tidak ada sosialisasi, perda ini sudah ada sejak lama tapi disimpan dan tidak disosialisasikan. Petugas yang mensosialisasikan Perda ini bagian hukum dan Dewan, karena itu Produknya mereka. Publikasi dan tulisan-tulisan di jalan juga tidak ada, karena salah satu poin untuk nenakuti orang itu dengan sanksi. Jadi kalau mereka tau pasti mereka takut,”Tegasnya.
Bone Bolango dikenal sebagai daerah yang punya nilai jual dari sudut pemandangan alamnya dan keasrian lingkungannya, sehingga diharapkan kedepan tidak ada lagi hewan ternak yang dilepas liarkan di pusat Bone Bolango.
“Buat sepanduk besar-besar, di larang keras melepas dan mengikat sapi atau hewan ternak disepanjang jalan ini. Nanti di tambahkan juga dengan aturan-aturan hukum sama sanksi-sanksi nya. Kita berpikir kedepan Bone Bolango menjadi indah, sejuk, orang yang memandangnya nyaman, bahagia dan sehat,” Tutup Wabup Merlan.
Reporter: Kris/Dulohupa












