Dulohupa.Id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara (Gorut) berencana akan merelokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di taman rakyat Molingkapoto ke tempat yang baru. Hal ini diungkapkan Bupati Gorut Thariq Modanggu saat meninjau langsung para PKL di sekitar Taman rakyat tersebut, Jumat (28/4/2023)
Rencana relokasi ini tak lain beralasan karena keberadaan para PKL ternyata menganggu keindahan taman yang berada tepat di posisi jalan protocol atau di depan jalan Trans Sulawesi depan Kantor Bupati dan DPRD Gorut.
Menurut Bupati bahwa rencana pemindahan lokasi itu sudah dipersiapkan dengan matang dan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Tidak mungkin mereka dikeluarkan begitu saja, memang disatu sisi ini menghalangi keindahan dan kebersihan, terutama di jalan protokol depan kantor Bupati, tapi mereka juga adalah masyarakat kita,” ujar Bupati
Sehingganya Sebelum dilakukan upaya untuk pemindahan itu, kata Bupati, yang dilakukan terlebih dahulu adalah menyiapkan galeri UMKM dan lapak bagi pelaku UMKM tersebut.
“Yang saya pikirkan juga bukan hanya bagaimana mereka pindah, tapi bagaimana mereka bisa mendapatkan atau memperoleh pendapatan yang memadai,” tutur Bupati.
Olehnya taman rakyat itu tambah Bupati, dilakukan penataan kembali, sehingga menjadi sangat layak dijadikan tempat untuk orang-orang berkumpul, termasuk untuk tempat pelaksanaan kegiatan OPD nanti. Karena didalamnya juga akan ada tempat bermain, seperti Istana Catur, tempat bermain anak, pojok baca digital dan fasilitas Wifi Gratis.
“Jadi dengan ini kita menghidupkan ekonomi masyarakat sekaligus memperoleh satu ruang terbuka hijau yang benar-benar representatif untuk tempat berkumpul bercengkrama dan ada proses edukasi juga disini,” terang Bupati.
Bupati berharap taman rakyat dan seluruh fasilitas yang ada didalamnya itu akan menjadi tempat yang fungsional untuk rakyat berkumpul dan memperoleh hiburan, termasuk untuk tempat-tempat diskusi sehingga akan muncul pemikiran-pemikiran yang maju, produktif dan akan juga sumber-sumber ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah ini berjalan dengan lancar karena kita tidak menggunakan Satpol PP yang kita gunakan adalah musyawarah, kita undang mereka kita siapkan tempat, bahkan saya instruksikan pada saat berkomunikasi dengan para pedagang tidak ada satupun Satpol PP yang kita gunakan, itu artinya kita tidak menggunakan pendekatan kekerasan tapi pendekatan persuasif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Adv/An











