Untuk Indonesia

Pemda Pohuwato Ingatkan Warga Waspadai Rekrutmen Perusahaan Sereh Wangi

Dulohupa.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Arman Mohamad mengingatkan warga Pohuwato agar waspada terhadap perekrutan tenaga kerja perusahaan Sereh Wangi.

Sebab menurutnya perusahaan Sereh Wangi yang bernaung di PT. Cipta Kastindo Persada, belum memiliki izin operasi dari pemerintah. Bahkan terinformasi perusahaan tersebut sudah melakukan rekrutmen karyawan yang dinilai tidak masuk akal, sebab tenaga kerja yang mau mendaftar dipungut biaya administrasi.

“Pemerintah Daerah meminta agar masyarakat hati-hati dan waspada, sebelum ada izin resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah. Saat ini melalui Dinas PTSP itu telah menurunkan tim kelapangan, dan berdasarkan laporan oleh staf saat ini sudah berlangsung rekrutmen tenaga kerja, dan pada proses rekrutmen tenaga kerja itu ditemukan hal-hal yang janggal,” jelas Arman Mohamad.

Baca Juga:  Satlantas Polres Pohuwato Rutin Gelar Razia Pelanggaran Lalu Lintas 

Arman Mohamad juga menjelaskan, Pemerintah Daerah tidak melarang untuk investor masuk di Pohuwato, akan tetapi harus melalui sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami meminta perusahaan ini menyelesaikan dulu prosesnya secara prosedur aturan hukum dan perundang-undangan, tidak ada larangan untuk melakukan investasi di Kabupaten Pohuwato, sepanjang itu sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Sebab saat ini ada laporan-laporan dilapangan ada rekrutmen tenaga kerja, dan dimintakan sejumlah uang, maka dari itu kita telah menurunkan tim untuk itu,” sambungnya.

Baca Juga:  Satlantas Polres Pohuwato Rutin Gelar Razia Pelanggaran Lalu Lintas 

Olehnya Arman juga meminta agar seluruh jajaran pemerintah dari kecamatan sampai ke tingkat desa untuk mewaspadai perusahaan tersebut.

“Kami meminta kepada seluruh jajaran pemerintah dari kecamatan sampai tingkat bawah untuk waspada karena sampai dengan saat ini Pemerintah Daerah belum memberikan izin,” tutupnya.

Reporter: Hendrik Gani

Comments are closed.