Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB POHUWATOPERISTIWA

PAUD di Pohuwato akan Mulai Terapkan Kurikulum Bahasa Gorontalo

×

PAUD di Pohuwato akan Mulai Terapkan Kurikulum Bahasa Gorontalo

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Pemerintah Pohuwato mulai tahun 2022, akan menerapkan kurikulum bahasa Gorontalo di satuan pendidikan anak usia dini (PAUD). Adapun langkah ini dilakukan karena generasi muda yang mulai melupakan bahasa daerah. 

Visran Ahmad, Kabid Paud dan Dikmas menjelaskan, pada tahun ini pihaknya masih dalam proses perencanaan. Pihaknya kata dia masih melakukan penyusunan tahapan kerangka kurikulum yang akan diimplementasikan.

“Insyaallah, jadi kita tahun ini baru dalam proses tahapan perencanaan penyusunan kerangka kurikulumnya,” ujar Visran Ahmad saat ditemui usai melaksanakan kegiatan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah Paud yang dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan, Jum’at (26/11).

Workshop implementasi kurikulum muatan lokal (Mulok) Paud yang dilaksanakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato/Hendrik Gani

 

Visran juga menjelaskan, sebetulnya hal ini sudah direncanakan sejak tahun 2020 kemarin, karena adanya pandemi Covid-19 maka hal tersebut batal direalisasikan.

“Ini memang kemarin sudah pernah kami rencanakan, tapi batal pelaksanaan karena adanya Covid-19, tahun ini Alhamdulillah sukses terlaksana walaupun ini sementara jalan,” sambungnya.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) khususnya untuk jurusan Paud, guna mendampingi pihaknya sampai pada tahun 2022.

“Kami sudah langsung berkoordinasi dengan pihak dari UNG khususnya untuk jurusan Paud, mendampingi kami sampai di tahun 2022 pelaksanaannya,” imbuhnya.

Ia berharap semoga dari adanya kurikulum bahasa daerah, mampu melestarikan budaya dan menanamkan budaya daerah sejak usia dini. Karena menurutnya, pengaruh globalisasi perlahan-lahan bahasa daerah sudah mulai dilupakan.

“Secara umum kami berharap bahwa dari pelaksanaan ini akan membantu teman-teman guru Paud khususnya, untuk bisa melestarikan budaya lewat pendidikan anak usia dini. Karena pengaruh globalisasi sedikit menghilangkan budaya anak muda menggunakan bahasa daerah sendiri,” pungkas dia. **