Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKAB. GORONTALOPERISTIWA

Owner Ebudo Diduga Korban Penganiayaan Penuhi Panggilan Polda Gorontalo

×

Owner Ebudo Diduga Korban Penganiayaan Penuhi Panggilan Polda Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Owner Ebudo
Kuasa hukum dan owner Ebudo saat mendatangi Polda Gorontalo. foto/Herman Abdullah

Dulohupa.id – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang owner produk kecantikan (Ebudo) di Gorontalo yang belum lama menghebohkan dunia maya masih terus berlanjut.

Korban dugaan penganiayaan, Nurhalisah Abdullah didampingi kuasa hukumnya memenuhi panggilan dari pihak Polda Gorontalo guna untuk dimintai klarifikasi dan permintaan keterangan.

“Kami memenuhi panggilan dari Polda Gorontalo, subdit IV Ditreskrimum PPA, dalam panggilan ini kami telah menjawab komitmen kami dalam jumpa pers kemarin,” ujar Rio Pala selaku kuasa hukum dalam kasus ini,

Pemanggilan permintaan klarifikasi itu tertuang dalam laporan polisi nomor: LP/B/187/VII/2023/SPKT/Polda Gorontalo yang tertanggal 21Juli 2023.

“Penambahan keperluan data guna mempercepat proses penyelidikan dan pemeriksaan sekitar 2 jam,” kata Rio Pala.

Bukan hanya itu, kata dia, dalam pemanggilan klarifikasi ini, beberapa saksi juga ikut dimintai keterangan. Khususnya saksi saksi yang masuk dalam video tersebut.

“Sekitar 20 pertanyaan yang ditanya ke para saksi. Saksi saksi fakta yang ada di dalam video viral tersebut,” tandas Rio Pala.

Sebelumnya

Sebuah video memperlihatkan dua owner produk kecantikan di Gorontalo tengah berkelahi viral di media sosial. Perkelahian itu terekam saat live di akun Facebook milik salah satu owner bernama Nurhalisa Abdullah.

Dalam video yang beredar, awalnya kedua wanita terlibat adu mulut karena diduga saling ketersinggungan masalah produk. Tak berselang lama, keduanya berkelahi hingga masuk ke dalam rumah.

Berdasarkan bukti rekaman dalam video, Nurhalisah mengaku diserang seorang wanita berinisial SP. Ia diserang saat berada dalam rumah dan tengah melakukan live di Facebook.

Sebelum peristiwa itu terjadi, awalnya SP melakukan siaran langsung di akun Facebooknya yang membuat Nurhalisah tersinggung.

Nurhalisah kemudian mengambil ponsel dan melakukan siaran langsung di akun facebook miliknya bernama Owner Ebudo. Ia bermaksud mengklarifikasi terkait perkataan SP yang dinilai menyerang pribadinya.

“Tiba-tiba dia (SP) datang ke rumah dan menyerang saya. Saya mencoba melawan, tapi di video itu kan rambut saya ditarik dan ditendang di perut. Bahkan Wajah saya dicakar, tangan juga digigit,” ungkap Nurhalisah saat diwawancarai awak media.

“Jadi ada buktinya juga di video live itu, saya dianiaya,” sambungnya.

Tak terima hal itu, ia bersama sejumlah kuasa hukumnya sudah melaporkan insiden ini ke Polda Gorontalo.

Sementara SP saat dikonfirmasi awak media terkait hal itu menolak untuk diwawancarai. SP diketahui merupakan oknum Bhayangkari di Gorontalo.

Reporter: Herman Abdullah