Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWA

Orang Hilang di Siendeng, Anjing Pelacak Temukan Tanda-tanda Keberadaan Korban

×

Orang Hilang di Siendeng, Anjing Pelacak Temukan Tanda-tanda Keberadaan Korban

Sebarkan artikel ini
Korban Hilang Siendeng
Anjing Pelacak K-9 yang diturunkan Dit Samapta Polda Gorontalo untuk melakukan pencarian terhadap korban hilang di perbukitan Siendeng Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Anjing pelacak K-9 Direktorat Samapta Polda Gorontalo menemukan titik lokasi yang dicurigai ada tanda-tanda keberadaan korban hilang di Perbukitan Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.

Anjing pelacak dikerahkan untuk mendukung dan mempermudah proses pencarian korban hilang. Anjing pelacak yang diturunkan dinilai menjadi yang paling efektif untuk mempercepat pencarian korban.

“Jadi kami tadi melakukan pencarian dengan menggunakan unit K-9, yaitu khusus anjing SAR. Jadi posisi anjing itu mengendus bau sampai di tower, kemudian 10 meter dari tower itu anjing berhenti karena disitu ada lubang yang mengarah ke bawah. Jadi anjing itu maunya minta kebawah,” Ungkap Bripka Melki Manaroinson, Pejabat Sementara Panit Pengamanan dan penyelamatan Dit Samapta Polda Gorontalo, Rabu (22/11/2023).

Baca Juga:

Korban Disebut Berlumuran Darah Sebelum Hilang di Perbukitan Siendeng

Warung Makan Samping Sekret Golkar Pohuwato Ludes Terbakar

Namun karena kondisi lubang yang terjal ke bawah, tim gabungan sementara memutuskan tidak melanjutkan pencarian ke dalam lubang. Selain kondisi yang terjal, pada saat itu cuaca yang buruk serta kondisi medan yang licin serta sudah mulai gelap.

“Selanjutnya kita juga sudah koordinasi dengan Basarnas, dan mungkin sebentar malam akan dicoba menggunakan drone di titik yang sudah kita tandai koordinat dimana anjing berhenti mengendus tadi. Kita juga coba bawa anjing dari arah tower ke posisi awal korban naik, tapi posisi jalan sudah tidak ada dan kalau ke arah atas itu dia harus agak memotong dari arah kiri karena posisi jalan itu banyak semak-semak, sedangkan anjing saja mau lewat susah,” Ujar Bripka Melki Manaroinson.

Berdasarkan hal itu, ia mengatakan bahwa lubang atau koordinat terakhir yang dilacak oleh K-9 diduga ada tanda-tanda keberadaan korban. Karena saat anjing dipaksa untuk melacak ke arah atas, anjing K-9 tetap berbalik ke lubang tersebut. Lubang tersebut diketahui merupakan bekas longsor dengan kondisi yang cukup curam serta dipenuhi dengan semak-semak blukar.

Sementara itu, komandan Regu SAR gabungan, Syahrula Kumaunang mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan akan kembali melakukan ESAR di titik koordinat yang berhasil dilacak oleh K-9.

Reporter: Kris