Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Operasi Zebra: Alasan Denda Tilang Blanko Biru Lebih Mahal Dari Blanko Merah

Dulohupa.id – Ada lima jenis blanko tilang yang diatur dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998. Masyarakat harus tahu lima jenis blanko tersebut terlebih saat sedang berlangsung operasi zebra seperti saat ini. Adapun lima blanko tersebut yaitu warna merah, biru, kuning, putih, dan hijau.

Kanit Lantas Polres Gorontalo, Ipda Efendi Pariwua menjelaskan, bahwa blanko berwarna merah diberikan untuk pelanggar apabila ingin mengikut sidang di pengadilan negeri, sedangkan warna biru untuk pelanggar apabila ingin membayar denda tilang melalui bank yang telah ditunjuk.

Selanjutnya, juga ada warna kuning untuk arsip kepolisian, warna putih untuk arsip kejaksaan, dan warna hijau untuk arsip pengadilan.

“Sampai saat ini aturan untuk blanko belum ada perubahan dan begitu juga dengan fungsi warna dari blanko tilang,” ungkap Efendi ditemui usai Operasi Zebra di depan Polres Gorontalo, Selasa (27/10) sore kemarin.

Adapun kata Efendi, jika pelanggar meminta blanko tilang berwarna biru, maka pelanggar tidak perlu lagi mengikuti sidang di pengadilan. Ia bisa membayar langsung di lembaga perbankan yang telah ditunjuk.

“Pengemudi tidak memiliki atau menunjukan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang berlaku, terkena Pasal 281 jo Pasal 77 ayat 1 dengan denda satu juta, dengan blanko tilang warna biru melanggar pasal ini,” tuturnya

Hal ini berbeda jika pelanggar ditilang menggunakan blanko warna merah, karena denda untuk blanko tilang warna merah ditentukan berdasarkan keputusan hakim di pengadilan negeri yang ditunjuk.

“Dengan penjelasan ini memungkinkan pelanggar lalu lintas yang ditilang petugas polri dapat meminta kepada petugas di lapangan untuk ditilang dengan menggunakan blanko warna biru atau bisa juga blanko warna merah, sesuai keinginan pengendara,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau ke masyarakat, agar bisa paham dengan blanko tilang, agar tidak ada masalah yang ditimbulkan saat ditilang di jalan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar paham soal blanko tilang tilang tersebut,” tutup Efendi.

Reporter: Fandiyanto Pou