Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Nelson : Makna Idul Fitri, Kembali Fitrah Dan Kesucian

90
×

Nelson : Makna Idul Fitri, Kembali Fitrah Dan Kesucian

Sebarkan artikel ini

DULOHUPA.ID-Bersama dengan ribuan masyarakat Kabupaten Gorontalo, Bupati Nelson Pomalingo dengan keluarga serta seluruh unsur unsur OPD dan unsur muspida Kabupaten Gorontalo melaksanakan sholat idul fitri di masjid agung baiturahman Limboto, Rabu (05/06/19).

Bertindak sebagai khotib Rektot Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo), DR. dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Cadangan khotib Dr. Sofyan Kau, Imam H. Karim Busalo, cadangan Imam H. Djafar Lanur, Ta mopolili Hasan Abuya, Ta Mohudu Tunggudu abdulah Jahidi, Ta mohama Wumbato Abdul Rahman Taliabu, Ta moloduwo Simon Busalo.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, hari ini umat islam telah mengakhiri bulan puasa dan telah melaksanakan sholat idul fitri. Menurut Bupati Nelson, makna idul fitri adalah manusia kembali ke fitrah atau kembali pada kesucian.

“Manusia lahir dia suci. tapi pada saat perjalanannya, disitulah potensi manusia dua, yakni menjadi malaikat atau menjadi setan, “ Kata Bupati Nelson disambangi usai melaksanakan sholat idul fitri.

Ia mengatakan, kalau potensi manusia menjadi setan, maka disitulah dosa terjadi dan dengan puasa selama sebulan inilah menjadi bulan kita menggodok, bulan kita kembali kefitrah lagi.

“ Dan disanalah disebut kemenangan itu. Kemenagan dalam arti kita bisa menghajar nafsu, menghajar setan tadi dan kita kembali kesuci lagi. itulah kemenangan hakiki yang kita dapatkan,” Tukas Nelson.

Dengan bulan puasa yang telah dilewati, Bupati Neslon berharap, idul fitri menjadi modal didalam hidup kedepan lagi. Sehingga kefitraan itu, harus bertahan terus.

“ Jadi, jangan nanti setelah idul fitri. Tapi bagaimana bertahan dan terus berkelanjutan. Potensi setannya itulah yang harus terus minimalkan dan potensi menjadi insan yang seperti malaikat, yang bersih dan suci yang harus kita dorong,” Ungkap Nelson.

Orang Nomor satu di Kabupaten Gorontalo itu menambahkan, Khusus program keagamaan, masyarakat di daerah ini akan terus didorong pemahamannya dalam bidang agama. Nelson memberikan Contoh, pertama, Pemerintah Kabupaten terus menggulirkan inovasi PKK Kabupaten Gorontalo yakni pesantren lansia.

Hal kedua, Kata Nelson terkait pendalaman Al- Quran. Pemahaman Al-Quran bagi masyarakat dan ASN ini akan dituntaskan. Sehingga TPA, TPQ dan sebagianya terus dimaksimalkan dan didorong.

Ketiga, baznas, bagaimana zakat yang menjadi modal kita sudah bergairah termasuk zakat fitrah, zakat mal, sedekah,Infaq akan terus kita dorong., “ Sehingga, membangun daerah ini tidak sekedar mengandalkan APBD tapi juga melalui anggaran yang benar-benar diberikan umat, dan terutama bagi yang mampu, “ Ungkap Nelson.

Diakhir wawancaranya, Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Gorontalo itu berharap, setelah lebaran, kebersamaan, kesucian dan kemenagan yang telah didapatkan agar terus dipertahakan. Termasuk bagaimana masyarakat bergairah dan terus mendukung pembangunan di Kabupaten Gorontalo.

“ Tidak hanya membangun fisik tapi juga membangun non fisik , Karena itu yang utama. Kemudian gairah antara umara, ulama dan masyarakat benar-benar menyatu. Kalau itu terjadi, maka Insya Allah pembangunan di Kabupaten Gorontalo akan berjalan dengan baik,” Harap Nelson.

Sementara itu, DR. dr. H. Muhammad Isman Jusuf dalam uraian khotbanya menyampaikan, Tema khutbah “merajut silaturahmi membangun ukhuwah”. Diuraikan tentang pentingnya menjalin silaturahmi dalam mewujudkan 3 bentuk ukhuwah yaitu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basariyah.

DR. dr. H. Muhammad Isman Jusuf menuturkan, Idul fitri dimaknai sebagai kembalinya manusia kepada fitrahnya yang suci dari dosa dan kesalahan. Olehnya kesucian yang telah diraih pasca ramadhan harus dipertahankan sejak dari bulan syawal sampai 11 bulan kedepan.

“ Kefitrahan yang sudah diraih lebih disempurnakan lagi dengan bersilaturahmi dan saling memaafkan. Dengan demikian orang yang beridul fitri pada hakekatnya memiliki 2 jenis kesalehan yaitu kesalehan spiritual dan kesalehan sosial, “ Tandas Muhammad Isman Jusuf yang juga selaku Rektor UMGo.

Selaku khatib sekaligus rektor UMGo, kami mengharapkan masyarakat kabupaten Gorontalo dapat mengaktualisasikan nilai-nilai ibadah dan amaliah yang telah mereka dapatkan selama ramadhan dalam bentuk implementasi nyata sesuai tupoksi masing-masing.

“ Diharapkan jalinan silaturahmi terus ditingkatkan serta semangat persaudaraan dan ukhuwah senantiasa dibina sehingga dapat berkontribusi positif dalam mewujudkan pembangunan kabupaten Gorontalo Gemilang, “ Tutupnya.(Rls.)