Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Musim Angin Barat Sebabkan Penghasilan Nelayan di Gorontalo Merosot

481
×

Musim Angin Barat Sebabkan Penghasilan Nelayan di Gorontalo Merosot

Sebarkan artikel ini
Angin Barat Nelayan
Para nelayan di leato Selatan, Kota Gorontalo memilih memarkir perahu dan kapalnya di pinggir pantai. (Foto: Enda/Dulohupa)

Dulohupa.id – Musim angin Barat saat ini menyebabkan penghasilan nelayan di Gorontalo merosot atau menurun drastis. Seperti yang dialami para nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Salah satu nelayan di pesisir pantai Leato Selatan, Iwan Bagou mengaku angin barat menimbulkan angin kencang yang mengakibatkan ketinggian ombak hingga mencapai 8 meter.

Menurutnya, angin barat bisa menyulitkan penangkapan ikan di laut, khususnya nelayan menggunakan perahu kecil.

“Angin barat ini sudah ada sejak tanggal 23 Desember tahun kemarin sampai sekarang. Meski begitu, sekeli-sekali saya masih turun ke laut, tapi pendapatannya menurun. Kalau nelayan yang lainnya ada yang tidak turun,” ungkap Iwan kepada Dulohupa, Minggu (08/1/2023).

Nelayan
Iwan Bagou, Nelayan di pesisir pantai Leato Selatan, Kota Gorontalo. (Foto: Enda/Dulohupa)

Ia menjelaskan, saat melaut biasanya ia mendapatkan hingga 12 ekor ikan Tuna dengan setiap ekornya seberat 35 sampai 45 Kilogram. Namun ia mengaku hanya mendapat 3 ekor ikan tuna, jika ditotalkan sekitar 120 kilogram.

“Tapi pendapatan 3 ekor ikan itu malah tidak sesuai pengeluaran. Saya dengan teman satunya mengeluarkan uang sekitar 2 juta selama tiga hari ke laut. Kemarin kita hanya dapat 3 ekor saja,” ucap Iwan.

“Apalagi ikan sekarang murah, hanya 35 ribu perkilo. Kalau harga mahal mencapai 55 ribu rupiah. Saya biasa tangkap ikan tuna karena pakai perahu Fiber,” sambungnya.

Sementara dari pantauan Dulohupa, kondisi cuaca saat ini juga membuat sebagian para nelayan sudah beberapa hari memilih memarkir perahu dan kapal-kapal di pinggir pantai, sambil menunggu cuaca sudah normal.

“Hari ini kami tidak melaut. Kalau memenuhi kebutuhan keluarga, istri di rumah sudah mengerti. Kadang biar cuaca buruk, kita tetap memaksa ke laut. Biasanya kita ketemu dengan ombak sampai 8 meter dengan cuaca saat ini. Tetap ada ikannya, biar hanya sedikit tidak sebanding sebelumnya,” tandas Iwan.

Reporter: Enda