Dulohupa.id – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo melakukan pemusnahan barang bukti minuman keras (Miras) beralkohol sebanyak 29.778 liter atau dikonversi dalam rupiah senilai Rp1,3 Miliar.
Pemusnahan Miras dipimpin langsung Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Angesta Romano Yoyol didampingi Penjabat Gubernur (Pj) Gorontalo Ismail Pakaya dan jajaran Forkopimda Gorontalo. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Gorontalo, kecamatan Tabongo, Jumat (17/11/2023).
Kapolda Gorontalo mengungkapkan bahwa miras tersebut merupakan hasil operasi dari bulan September hingga Nobember 2023. Ia menyebut sebagian besar miras jenis cap tikus ini diselundupkan dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah yang digagalkan aparat.
Selain miras jenis cap tikus, ada juga minuman beralkohol sebannyak 3.405 botol turut dimusnahkan menggunakan alat berat.
“Seperti yang kita lihat sekarang ini, dari pemusnahan yang kelima kali ternyata tidak menurun tapi boleh dikatakan sama. Berarti kita harus tingkatkan lagi operasi pemusnahannya. Memang jumlahnya ini berkurang dari yang sebelumnya, tapi tetap saja ada ribuan liter,” papar Kapolda.

Sementara itu Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya dalam sambutannya mengatakan, pemusnahan miras menjadi bukti bahwa peredaran miras di Gorontalo masih cukup tinggi.
“Saya sudah beberapa kali disampaikan oleh pak Kapolda, sejak menjabat di Gorontalo beliau sudah melakukan penangkapan, tapi radiasi miras tetap tinggi. Jadi tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pak camat, kades dan semuanya, sekali lagi saya nyatakan bahwa kegiatan ini tidak membanggakan kita semua. Ini memalukan,” ujar Ismail.
Dilain sisi, Pj Gubernur memberikan apresiasinya terhadap Kepolisian dan jajaran TNI yang terus bekerja memberantas penyakit masyarakat.
“Saya ajak pak Kapolda dan jajaran, kalau kita bikin operasi di perbatasan-perbatasan. Karena kan pintu masuk (Gorontalo) itu yang dari Utara itu ada dua, kemudian dari tengah ada dua juga, tapi yang lebih banyak dari utara. Jadi, bagaimana nanti untuk Nataru kita buat penyekatan di pintu gerbang, untuk mengantisipasi bertambahnya minuman di Gorontalo. Intinya kita akan razia perbatasan,”paparnya.
Reporter: Yayan











