Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Menristekdikti Targetkan Produksi Alat Deteksi COVID-19 buatan Indonesia hingga 1-2 Juta Perbuan

Dulohupa.id – Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menargetkan produksi alat deteksi virus SAR-COV-1 penyebab COVID-19 diproduksi hingga 1-2 juta perbulan, dengan melibatkan 3-4 perusahaan swasta.

“Ini sesuai arahan Bapak Presiden (Joko Widodo) agar penggunaan rapid test Covid-19 benar-benar mengutama hasil inovasi atau produk dalam negeri guna mengurangi bahkan menghilangkan impor rapid test yang kita telah lakukan di awal masa pandemi,” ujar Bambang dalam konferensi pers virtual setelah ratas secara virtual, Senin (12/10/2020).

Selanjutnya kata dia, ada juga alat screening COVID-19 bernama GeNose buatan Universitas Gajah Mada. Alat ini mendeteksi keberadaan COVID-19 dengan menggunakan embusan nafas.

“Alat ini bisa mendeteksi COVID-19 dalam dua menit dan dalam uji klinis tahap pertama di Rumah Sakit Yogyakarta akurasinya dibandingkan PCR test 97%. Ini jauh lebih murah [biayanya],” kata Bambang.

“Saat ini kami sedang melakukan uji klinis yang lebih luas lagi di berbagai rumah sakit, sehingga kalau tingkat akurasinya tinggi mendekati 100% maka GeNose ini bisa menjadi solusi screening yang nantinya akan mengurangi ketergantungan terhadap PCR test.”

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Redaksi