Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Mendagri Respon Perjuangan Gubernur Gorontalo Terkait Nasib Honorer

Dulohupa.id – Perjuangan Gubernur Rusli Habibie bertemu dengan Mendagri untuk memperjuangkan nasib 4.608 orang tenaga honorer di Provinsi Gorontalo, mendapat resopon baik dari Menteri Dalm Negeri Tito Karnavian, saat belangsungya Pertemuan Di Jakarta, Jumat (07/02/2020)

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berjanji akan membahas Persoalan honorer bersama Menpan-RB dan juga menteri keuangan.

Gubernur Rusli bersama tim juga rencananya akan diterima Menpan-RB hari Selasa pekan depan, untuk membahas Persoalan nasib Honorer.

“Pada prinsipnya Mendagri memahami, daerah masih membutuhkan tenaga honorer, apalagi guru dan tenaga kesehatan,” Kata Zukri Suratinojo  Kepala BKD Provinsi Gorontalo yang turut mendampingi Gubernur Gorontalo.

Zukri Suratinojo, juga menjelasakn  bahwa hal itu sejalan dengan Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2020, dimana salah satu isinya membuka ruang bagi daerah untuk menganggarkan honorarium bagi pegawai non PNS.

“Pemberian honorarium tersebut disesuaikan dengan azas kepatutan, kewajaran, rasional dan efektif dalam pencapaian program dan kegiatan sesuai kebutuhan pemerintah daerah,” sambung Zukri.

Mendagri Tito Karnavian hanya berharap, persoalan tenaga honorer dapat mempertimbangkan pula aspek sosial ekonomi dan tidak terjadi gejolak serta faktor lain yang dapat mempengaruhi stabilitas daerah.

Terkait dengan adanya PP 49 Tahun 2018 yang menekankan tidak ada lagi perekrutan tenaga honorer, Mendagri menyarankan Gubernur Rusli Habibie untuk berkonsultasi ke Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“PP tersebut mengatur hanya ada dua jenis pegawai di Indonesia yakni PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK),” tambah Zukri.

Saat Melakukan konsultasi dengan Mendagri,Gubernur Rusli didampingi oleh Sekretaris Daerah, Kepala BKD dan sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo.(Adv/Dp)