Dulohupa.id-Menara Keagungan Limboto yang terletak di pusat Kota Limboto, kini memasuki usia 19 tahun. Sebuah menara berkonstruksi baja dengan tinggi 65 Meter itu, mulai dibangun pada tahun 2002 dan diresmikan pada tanggal 18 September 2003.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo, Romi Sahrain mengutarakan, menara yang didesain menyerupai Menara Eiffel ini, sebagai simbol ataupun ikon Kabupaten Gorontalo yang saat ini sudah mencapai usia 18 tahun.
“Usia Menara Keagungan Limboto kini sudah mencapai 18 tahun. Proses pembangunan menara tahun 2002 itu dilaksanakan oleh PT. Gunung Garuda Indonesia dan PD. Pedago yang menghabiskan anggaran kurang lebih 8,6 Miliar,” ungkap Romi kepada Dulohupa.id saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/4).
Lebih lanjut kata Romi, nama Menara Keagungan ditetapkan dengan SK Bupati Gorontalo, Ahmad Pakaya Nomor 717 tahun 2003 tanggal 18 September dan pada tanggal 20 September 2003 menara ini diresmikan oleh Wakil Presiden Indonesia, Hamzah Haz yang kalah itu masih menjabat.
Ia pun menjelaskan, bahwa kemungkinan besar daya tahan konstruksinya bisa bertahan hingga ratusan tahun dan sampai ini pemerintah, masih terus melakukan pengecekan di mana ada perbaikan dalam konstruksi Menara Keagungan yang sudah wajib dilakukan perbaikan.
“Kemungkinan besar konstruksi menara tersebut bisa bertahan hingga ratusan tahun dan pemerintah berharap Menara Keagungan Limboto bisa bertahan selama-lamanya. Pemerintah juga sampai saat ini terus melakukan pantauan, pengecekan terus menerus dan saat ini perbaikan masih banyak yang akan dilakukan termasuk lift yang rusak dan kontruksi di dalamnya yang sudah lawas diperbaharui,” tandasnya.
Sementara itu, Safrin Pakaya selaku petugas penjagaan dan pemungutan retribusi tiket Menara Keagungan Limboto mengatakan, usai diresmikan pada 2003 sampai 2008 tersebut, mampu menarik wisatawan dari berbagai wilayah.
“Kalau tidak salah mulai dari November tahun 2003 sampai 2008 itu mulai melonjak naik pengunjung untuk naik ke menara dan sampai saat ini pengunjung sudah turun drastis dan sudah jarang lagi yang naik. Kalau untuk perbaikan lift dan sebagainya yang belum bisa digunakan. Semoga saja pemerintah cepat membenahi yang rusak, agar pengunjung ataupun wisatawan dapat berkunjung kembali untuk bisa merasakan keindahan Kabupaten Gorontalo dari atas menara,” tutup Safrin.
Apapun data dari Menara Keagungan terdiri dari 5 lantai dengan rincian sebagai berikut:
Lantai 1 seluas 446,56 m2 dengan ketinggian 10 meter bisa menampung 200 orang.
Lantai 2 seluas 352 m2, tinggi 14 meter bisa menampung hingga 120 orang. Di lantai ini terdapat restoran dan tempat bersantai.
Lantai 3 seluas 157,3 m2, tinggi 30 meter, bisa menampung 40 orang dan sebagai tempat penjualan cinderamata khas Gorontalo.
Lantai 4 seluas 96,96 m2, tinggi 39 meter bisa menampung 10 orang pengunjung.
Lantai 5 seluas 31,36 m2, tinggi 58 meter bisa menampung 10 orang pengunjung. Puncak menara setinggi 65 yang merupakan titik tertinggi dengan bentuk kubah. Untuk menaiki menara ini bisa dilalui dengan 2 cara, yaitu dengan menaiki anak tangga dan bisa juga dengan lift. Lift hanya sampai di lantai 3. Untuk naik ke lantai 4 dan 5 harus menaiki anak tangga.
Reporter: Fandiyanto Pou











