Untuk Indonesia

Melarikan Diri ke Sulteng, Terpidana Perusakan Hutan Berhasil Diringkus Tim Kejaksaan

Dulohupa.id- Seorang terpidana dalam perkara Tindak Pidana Kehutanan, berhasil diringkus tim Kejaksaan Tinggi Gorontalo, dibantu oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Banggai pada Sabtu kemarin, (9/10/2021). 

Buronan atas nama Yancen Tangkilisan alias Ko Yancen itu sebelumnya diputuskan bersalah karena terbukti melakukan pengangkutan kayu yang tidak dilengkapi dengan surat keterangan sah hasil hutan. Atas perbuatannya tersebut, Mahkamah Agung RI dalam putusannya  Nomor: 1942K/Pid.Sus/2018 tanggal 20 Desember 2018 menghukum Yancen dengan penjara 1 tahun dan denda Rp 500 juta. 

Namun, saat akan dilaksanakan eksekusi oleh Tim Jaksa Penunut Umum pada Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, Yancen melarikan diri, sehingga ia dimasukan dalam daftar pencarian orang. 

Untuk mengendus keberadaan Yance, Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Gorontalo bertolak ke Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai melalui jalur laut Pelabuhan Gorontalo, dengan menggunakan Kapal Feri.

“Setibanya di Kabupaten Banggai Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Gorontalo bersama-sama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Banggai, melaksanakan pencarian dan penjemputan terhadap buronan (DPO) yang terinformasi berada di Desa Bayou Kec. Luwuk Utara Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah,” tulis rilis yang diterima dulohupa.id

Setelah dilakukan pengintaian, akhirnya Yancen berhasil ditangkap dan selanjutnya diamankan sementara di Kejaksaan Negeri Banggai untuk dibawa ke Gorontalo guna menjalani hukumannya.

“Kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tulis dalam rilis Kejaksaan Tinggi Gorontalo.**

Comments are closed.