Untuk Indonesia

Menteri Suharso Menilai Banjir Gorontalo Jadi Pelajaran untuk Tanam Pohon bukan Beton

Dulohupa.id- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengingatkan Pemerintah Gorontalo untuk memulai pembangunan berperspektif lingkungan atau kembali ke alam. Artinya menurut dia, pembangunan mesti menjauhi sistem betonisasi. 

Karena itu Suharso menyebut, bahwa banjir yang menyebabkan ambruknya dinding sungai di Talumelito, Kabupaten Gorontalo menjadi pelajaran buat warga setempat. Ia menilai penting untuk mengedukasi warga agar menanam pohon dan tidak membangun rumah di bantaran sungai.

“Pertama masyarakat mesti diajarkan untuk menjauh dari bantaran sungai. Di beberapa negara harus sudah kembali ke alam, ditanam pohon pohon enggak perlu di beton-beton dia punya pinggir,” kata Harso saat meninjau lokasi banjir di Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (9/10/2021). Kehadiran Harso didampingi Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dan Sekda Provinsi Gorontalo Darda Daraba.

Terkait dengan program revitalisasi sungai, Suharso menyerahkan kepada pemerintah daerah. Usulan program dan anggaran yang masuk akan dibahas di tingkat pusat.

“Yang di sebelah ada pohon pohon, dia tidak (rusak) diterjang banjir. Di sisi yang ada perumahan kemudian mereka bikin turap itu dihajar sama banjir. Kemudian di hulunya yang harus dihijaukan kembali,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba menilai kehadiran Menteri PPN/Bappenas selalu membawa berkah bagi Gorontalo. Ia mencontohkan, tahun lalu Kota Gorontalo diterjang banjir bandang sembilan kali. Tahun ini sedang berlangsung program penanganan banjir dengan anggaran pusat lebih kurang Rp300 miliar.

“Atas nama Bapak Gubernur dan Pak Wagub kami menyambut baik kehadiran beliau yang selalu membawa berkah. Tahun ini penanganan banjir di Kota Gorontalo mendapat alokasi anggaran yang cukup besar seusai ditinjau oleh Pak Menteri tahun lalu. Mudah mudahan untuk Kabgor juga begitu,” harapnya.

Pihaknya menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang disaat bersamaan sedang bertugas di Jakarta. Wagub Idris yang sempat menjemput kehadiran Suharso kemarin malam, saat ini sedang mengikuti vaksinasi tahap II.

Terkait dengan penanganan banjir di Kabupaten Gorontalo, Darda menilai kunjungan Menteri Suharso sangat penting. Selain mengetahui kondisi sebenarnya di daerah, program tersebut butuh sentuhan perencanaan dan anggaran dari pemerintah pusat.

“Usulannya nanti akan berjenjang, Pak Bupati tadi juga sudah banyak berbincang dengan Pak Menteri. Mudah mudahan ada usulan revitalisasi sungai dari Pemkab dan dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi II. Kita di Pemprov siap membantu,” pungkas dia. **

Comments are closed.