Dulohupa.id- Plt Kepala Dinas Kesehatan, Irfan Saleh mengungkapkan, bahwa masyarakat umum Pohuwato juga akan diimunisasi dengan vaksin moderna. Vaksin yang biasanya hanya digunakan untuk para tenaga kesehatan (nakes) itu, kini tersisa 900 di Pohuwato.
Meski begitu kata Irfan, tetap akan berlaku aturan standar vaksinasi, yakni masyarakat yang mendapat vaksin sinovac, maka tetap akan disuntik dengan vaksin tersebut. Artinya, vaksin moderna hanya diperuntukan untuk vaksinasi tahap pertama.
“Sinovac bukan berarti tidak ada, hanya ke depan sudah mulai diproporsionalkan. Sinovac kemarin malam sudah masuk 13.300 dosis, yang nanti diperuntukkan untuk vaksinasi dosis ll, dan Moderna 900 vial. Kedua vaksin ini akan terus masuk ke Pohuwato,” ujar Irfan Saleh saat menghadiri hari ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang dilaksanakan di Puskesmas Randangan siang tadi, Minggu (24/10).
Kepada dulohupa.id Irfan menjelaskan, bahwa kedua jenis vaksin tersebut memiliki klasifikasi yang berbeda-beda, namun sama-sama telah melewati berbagai tahap dan aman untuk kesehatan masyarakat.
“Pada dasarnya semua vaksin sama, hanya memang ada yang ringan dan yang sedang. Kalau Moderna agak sedang, karena memang daya lindungnya tinggi, kurang lebih tiga hari reaksinya ada. Tapi memang sudah begitu, kita minum Paracetamol saja sudah normal lagi,” sambung dia.
Selain itu, efikasi keduanya pun juga berbeda. Moderna misalnya, efikasinya mencapai 95 persen dan Sinovac hanya 65 persen. Menurut Irfan, hal tersebut tidaklah menjadi masalah, karena kedua vaksin sudah diriset dan tidak akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.
“Daya lindung atau etikasinya Moderna itu dia sampai 95 persen, Sinovac kan hanya 65 persen. Jadi memang kalau dia tinggi pasti juga reaksi imun agak tinggi. Tapi tidak masalah itu sudah diriset dan tidak berdampak buruk pada kesehatan,” tutupnya.**











