Dulohupa.id – Massa aksi yang tergabung dalam aliansi masyarakat dan mahasiswa mendesak Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mundur dari jabatannya.
Mereka kecewa dengan Bupati Nelson yang dinilai tidak berani menampakkan saat massa aksi menggelar demonstrasi di rumah dinas Bupati Gorontalo, Kamis (10/8/2023).
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gorontalo (UG), Man’ut Ishaq yang juga selaku koordinator aksi mengaku kecewa kepada Nelson Pomalingo. Menurutnya, persoalan bupati yang kini hangat diperbincangkan publik tidak bisa di tinggal diam.
“Kami minta bapak Bupati Gorontalo hadir di tengah-tengah massa aksi untuk menyatakan sikap terkait isu yang sudah beredar ini, tetapi justru orang yang tidak punya masalah yang diperhadapkan dengan kami,” ungkap Man’ut saat berorasi.
Presiden BEM UG itu juga menyampaikan, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang tak mau menghadapi massa aksi, maka lebih baik mundur dari jabatannya.
“Karena masalah ini sudah sampai ke tingkat pusat dan ini sudah melanggar sumpah dirinya sebagai kepala daerah, maka hanya satu yang kami inginkan, yakni turunkan bupati Gorontalo dari jabatannya,” seru Man’ut pada orasinya.
Diketahui, dalam aksi demontrasi ini terdapat empat poin tuntutan yakni, meminta pemangku adat segera menuntaskan permasalahan ini, MUI juga segera mengambil sikap, kepada DPRD Kabupaten Gorontalo untuk bisa menyelesaikannya dan terakhir meminta Bupati mundur dari jabatannya.
Permasalahan Bupati Gorontalo diketahui berawal dari Ifana Abdurahman yang blak-blakan menyebut dirinya punya hubungan dengan Bupati Nelson.
Namun hal tersebut dibantah Nelson melalui kuasa hukumnya yang menyebut Ifana sudah melakukan pencemaran nama baik. Ifana juga sudah dilaporkan ke Polda Gorontalo.
Reporter: Herman Abdullah












