Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Masalah Pengelolaan DAS Harus Merupakan Tanggung Jawab Seluruh Stakeholder

105
×

Masalah Pengelolaan DAS Harus Merupakan Tanggung Jawab Seluruh Stakeholder

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id – Masalah pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sampai dunia kiamat tidak akan selesai kalau tidak melibatkan seluruh stakeholder yang ada di daerah, baik itu masyarakat sampai kepada pemerintah setempat, kemudian LSM, serta yang tidak kalah pentingnya, peran serta wartawan harus mendukung kegiatan ini dalam hal mempublikasikan.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala BP DAS M. Tahir MS, dimana menurutnya DAS itu terlalu banyak kepentingan baik itu kepentingan masyarakat, kepentingan pertanian, kepentingan perumahan dan kepentingan PU, sehingga kepala BP DAS berharap untuk bahu membahu untuk melaksanakan rehabilitasi dalam DAS itu.

Lanjut dikatakan oleh Tahir, dari sekian banyak DAS, di Provinsi Gorontalo, hanya 27 yang boleh dikatakan masih sehat, kemudian sisanya itu sudah rusak. Buktinya dikatakan olehnya, pada saat musim kemarau terjadi kekeringan pada saat musin penghujan terjadi banjir dan tanah longsor.

“Nah apa permasalahnya, kita tidak bisa dipungkiri bahwa teman-teman atau masyarakat kita, menanam tanaman holtikultura dikemiringan 30 persen keatas, tanpa mematuhi kaedah-kaedah konserpasi tanah dan air. Contohnya membuat teras untuk mempercepat laju erosi yang terjadi. Bukti sekarang kita dari sini jalan dari kota sampai ke Pohuwato, kanan kiri jalan itu sudah ditanami holticultura jagung, dan itu sebagian besar dalam kawasan hutan,” unkapnya.

Olehnya itu selaku yang boleh dikata sudah mengenyam pendididkan punya tugas untuk melaksanakan penyuluhan ke masyarakat bahwa apa yg dilaksanakan sekarang ini berakibat fatal untuk kelangsungan hidup di daerah ini.

“Jadi harapan saya teman-teman semua ikut membantu kami dalam hal mensosialisasikan. Kita tidak pernah menyalahkan masyarakat karena mereka tidak tahu tahu apa yang sekarang dilaksanakan masyarakat itu akibatnya terjadi banjir dan tanah longsor. Karena saya dan juga Stakeholder yang sudah mengenyam pendidikan tinggi tidak menyampaikan ke masyarakat,” tambahnya.

Terakhir dikatakan oleh Kepala BP DAS Bagaimana caranya menyampaikan kepada masyarakat untuk supaya jangan lagi menanam jagung dikemiringan 30 persen keatas.

“Sekarang ini BP DAS mencari suatu solusi, bagaimana jagung jalan rehabilitasi jalan, dengan membuat suatu program penanaman kawasan hutan dengan system sambil menanam jagung dan tanaman buah-buahan,” tutupnya. (GSH)