Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Belajar Daring, Kak Seto: Orang Tua Jangan Memosisikan Diri Sebagai Bos di Rumah

Dulohupa.id- Banyak yang berubah sejak pandemi COVID-19 mewabah di Indonesia, salah satunya metode belajar mengajar di sekolah. Di masa pandemi ini, anak-anak diharuskan belajar di rumah dengan metode daring. Itu artinya, orang tua lah yang kemudian mengajari anak-anak mereka, ataupun memandu pembelajaran di rumah tersebut. Namun, banyak orang tua yang justru mengaku kesulitan karena diperhadapkan dengan perubahan itu. Tidak jarang, orang tua malah mengajari anaknya dengan cara marah-marah.

Seto Mulyadi, Psikolog dan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mengungkapkan, untuk menyiasati perubahan situasi di selama pandemi, maka orang tua harusnya juga berubah. Seto atau yang kerap disapa Kak Seto itu lebih rinci menjelaskan, bahwa berubah yang dimaksud adalah berubah menjadi lebih tenang, lebih gembira, dan lebih santai.

“Dengan berubah begitu, kita memosisikan menjadi sahabat anak anak, menjadi temannya anak anak. Apalagi kita tahu, anak anak yang awalnya bergembira bertemu teman-teman di sekolah, tiba-tiba sekarang harus di rumah. Nahh kalau di rumah, ini istilahnya bokap nyokap (itu), jangan memosisikan diri sebagai bos, sebagai komandan main perintah, (jadinya) anak anak lama lama gak bentah,” kata kak Seto dalam channel youtube BNPB Indonesia, dalam diskusi bertema, mengajak anak-anak bergembira di masa pandemi, Minggu (4/10).

Kata Seto lagi, alih-alih jadi bos, orang tua mestinya bersahabat dan berdiskusi dengan anak-anak di rumah. Jadi akan menciptakan rasa nyaman di rumah. Selain itu, untuk mengembangkan bakat selama pandemi, yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mengapresiasi bakat anak.

“Paling tidak yang perlu ditumbuhkan adalah apresiasi pada setiap bakat atau potensi anak. Sekarang ini anak (mesti) ditumbuhkan perasaaan gembira dan percaya diri. Percaya diri itu diapresiasi. Yang pintar nyanyi diapresiasi dengan direkam, yang pintar gambar juga, yang pinter menari juga dan sebagainya. Jadi anak ditumbuhkan perasaan apa ya, percaya diri, bangga menjadi diri sendir karena ada lingkungan keluarga. Jadi hargai anak, karena setiap anak itu unik dan otentik, dan setiap anak istimewa. Nah disitu anak merasa bahagia,” tutup Seto.

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Wawan Akuba