Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKOT GORONTALO

Marten Taha Dianugerahi Penghargaan Karena Inovasinya untuk Pendidikan di Tengah Covid-19

×

Marten Taha Dianugerahi Penghargaan Karena Inovasinya untuk Pendidikan di Tengah Covid-19

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dianugerahi penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 oleh MNC.
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dianugerahi penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 oleh MNC.

Dulohupa.id- Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dianugerahi penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 oleh MNC. Penganugerahan itu karena inovasi Marten Taha di tengah pandemi Covid-19, sangat membantu para siswa dalam belajar. 

Adapun inovasi itu berupa sistem belajar daring tapi berasa seperti luring dengan membuka ruang bimbingan belajar di siaran TV Lokal. 

“Secara kualitas pembelajaran daring, lebih rendah dari sistem belajar luring. Kenapa? Karena belajar tatap muka, apalagi pendidikan di tingkat dasar itu membutuhkan simulasi, contoh, dan perilaku yang harus dilihat oleh seorang siswa. Tidak bisa hanya melalui jarak jauh dengan perantaraan teknologi apapun,” kata Marten.

Tidak sendiri, Marten menerima penghargaan itu bersama 15 kepala daerah lainnya. Penghargaan diserahkan Executive Chairman, MNC Group, Hary Tanoe, di Gedung iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (5/11) malam.

Sebelumnya, KDI award juga pernah diterima Marten pada tahun 2020 silam. Kala itu, Marten dinilai melahirkan inovasi di sektor perekonomian. 

“Terima kasih kepada MNC Grup yang telah memberikan penghargaan KDI kepada saya yang ke dua kalinya. Kali ini dibidang pendidikan, sebelumnya bidang ekonomi. Saya kira ini adalah penghargaan yang diberikan berdasarkan kinerja saya dalam dunia pendidikan,” ujar Marten ketika diwawancarai. 

Bagi Marten, ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam memajukan pendidikan. Pertama, lanjut Marten, mempermudah akses pendidikan kepada masyarakat. “Tidak ada orang yang tertinggal, tidak ada yang termarjinalkan dengan alasan apapun, entah itu ekonomi atau hal lainnya. Semua anak harus tetap sekolah,” tegasnya.

Ia pun mengaku, terus melakukan perbaikan tata kelola pendidikan, sarana prasarana, dan kurikulum pendidikan. Kemudian yang ke tiga, lanjut Marten, memperbaiki kualitas pendidikan. “Kalau tiga hal ini kita perhatikan, maka akan berpengaruh pada HDI (Human Development Index) kita,” tuturnya. 

Karena tiga hal tadi, lanjut Marten, di saat pandemi sekalipun, IPM Kota Gorontalo naik. Bahkan, IPM Kota Gorontalo pada tahun 2020 tertinggi se Provinsi Gorontalo. 

“Ekonomi dan kesehatan kita memang terpuruk. Saya berpikir, jangan sampai pendidikan kita juga ikut terpuruk. Maka dari itu, saya pelototin terus dunia pendidikan. Karena salah satu yang berpengaruh pandemi adalah pendidikan. Pendidikan juga sangat berkaitan dengan IPM, sehingga, Kota Gorontalo bisa menunjukan kinerja di sektor pendidikan,” tandas Marten.

**