Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKRIMINALPERISTIWA

Mahasiswi jadi Korban Begal Payudara di Gorontalo, Desak Polisi Buru Pelaku

×

Mahasiswi jadi Korban Begal Payudara di Gorontalo, Desak Polisi Buru Pelaku

Sebarkan artikel ini
Begal Payudara
Ilustrasi Aksi Begal Payudara

Dulohupa.id – Seorang mahasiswi IAIN Sultan Amai Gorontalo diduga menjadi korban begal payudara yang dilakukan oleh pria tak dikenal.

Korban SFT melalui kuasa hukumnya Ali Rajab B, SH mengungkapkan, aksi bejat ini terjadi pada Jumat siang 20 Febriari 2026 saat SFT melintasi jalan trans Sulawesi di wilayah Desa Tolitehuyu Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.

“Korban ini kan asal Buol. Jadi saat itu dia melintasi jalan Trans Sulawesi Monano dengan kondisi jalannya relatif sepi karena jarak permukiman warga cukup jauh sebelum dan sesudah lokasi kejadian,” ungkap Ali.

Saat korban melintasi jalan menurun, secara tiba-tiba dihadang oleh seorang laki-laki tak dikenal yang datang dari arah samping menggunakan sepeda motor. Pelaku langsung melakukan tindakan fisik yang tidak senonoh dengan meraih tubuh korban dan meremas bagian payudara korban.

“Korban yang terkejut kemudian melakukan perlawanan dengan menendang sepeda motor pelaku hingga menyebabkan kedua kendaraan terjatuh. Pelaku terjatuh ke arah bawah jalan, sementara korban terjatuh namun segera bangkit dan bergerak kembali ke arah tanjakan (arah berbalik),” ujar Kuasa Hukum Korban.

Begal
Ali Rajab B, SH, Kuasa hukum Korban.

Beberapa saat setelah kejadian, pelaku terlihat dalam kondisi oleng, kemudian mengambil sepeda motornya dan segera melarikan diri dari lokasi. Berdasarkan pengamatan korban, pelaku hanya seorang diri, menggunakan sepeda motor, dan tidak terlihat membawa senjata tajam.

Tidak lama setelah pelaku melarikan diri, dua orang warga sekitar mendatangi korban setelah mendengar suara benturan keras akibat jatuhnya kedua sepeda motor. Namun kedua saksi tersebut tidak sempat melihat secara langsung pelaku.

“Akibat kejadian ini korban mengalami luka dan memar pada tubuhnya,” ungkap Ali.

Korban didampingi kuasa hukumnya telah melaporkan tindakan asusila tersebut ke Polda Gorontalo. Pihak korban mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini serta memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.

“Kami juga meminta adanya evaluasi keamanan di wilayah kejadian guna mencegah terulangnya peristiwa serupa dan menjamin keamanan masyarakat di ruang publik,” pungkas Ali Rajab.

Redaksi