Dulohupa.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Anak Cucu Penambang Menggugat (Ancam) melakukan unjuk rasa di depan Markas Polisi Daerah (Polda) Gorontalo, Kamis (13/06/2024).
Meski hujan, masa aksi terus menyuarakan tuntutannya mengenai persoalan tambang yang terjadi khususnya di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato,.
Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) dalam orasinya juga menyinggung terkait penutupan tambang di Buntulia yang bisa berdampak pada lemahnya ekonomi masyarakat.
“Selain berdampak pada masyarakat lokal, ini akan berdampak pada mereka (masyarakat luar Buntulia) yang datang bekerja mencari nafkah di tambang,” ujar Korlap dalam orasinya.
Selain menyinggung terkait penutupan tambang yang akan berdampak pada masyarakat, Korlap menyuarakan terkait pembayaran lahan yang belum selesai sepenuhnya hingga kini.
Menurutnya, dari 2.000 lebih proposal untuk pembayaran lahan, baru sekitar 1.700 yang terbayar. Masih banyak yang belum terselesaikan.
Masa aksi menyadari bahwa pihak Polda Gorontalo tak mempunyai wewenang dalam proses penyelesaian masalah pembayaran lahan, namun masa aksi berharap agar kepolisian dalam hal ini Polda Gorontalo dapat membantu memediasi persoalan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, masa aksi kemudian ditemui langsung oleh Kepala SPKT Polda Gorontalo, AKBP Piet Tamalawe.
Dalam penyampaiannya, AKBP Piet mengatakan bahwa nanti pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam mencarikan solusi dari persoalan pertambangan di Buntulia.
Reporter: Yayan












