Dulohupa.id – Cegah prilaku intoleransi di lingkungan sekolah, sejumlah mahasiswa Bimbingan dan Konseling, Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo menggelar sosialisasi. Kegiatan ini berlangsung Jumat (15/12/2023) di SMP Negeri 13 Kota Gorontalo. Sosialisasi ini terkait Aksi pencegahan perilaku dan sikap intoleransi di dunia pendidikan.
Sebanyak 13 orang mahasiswa UNG, Masing-masing, Dikma Wulan Sari, Vera Veriska Tahir, Nia Gafur, Yanuar Dwiyanto, Prawika Potabuga, Ingka Idriani Karim, Siska, Dea Amanda Mustapa, Niar Zuleha Ali, Dewi Rahmatia Djamalu, Nur Waasia Apriliani Asraf, Prayunda Potabuga dan Laras Wulandari terlibat dalam kegiatan itu.
Kepada redaksi Dulohupa.id, Dikma Wulan Sari, Koordinator kelompok mahasiswa itu mengungkapkan, Sosialisasi pencegahan akan prilaku-prilaku intoleransi adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai budaya toleransi. Hal ini menurut Dikma, Sangat krusial untuk senantiasa terawat di lingkungan sekolah.
Menariknya menurut Dikma, Kegiatan itu merupakan bagian dari penerapan mata kuliah wawasan budaya yang diajar langsung oleh dosen mereka Indriani Idris.
“Pencegahan terhadap sikap intoleransi di lingkungan sekolah merupakan hal yang sangat fundamental untuk mendorong terbangunnya sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama siswa yang berbeda keyakinan maupun budaya,” Terangnya.
“Materi yang kita muat dalam sosialisasi ini meliputi konsep intoleransi yaitu apa itu intoleransi, bentuk-bentuk intoleransi, faktor-faktor yang menyebabkan orang bersikap intoleransi, kemudian akibat dari intoleransi serta bagaimana cara untuk bersikap toleransi kepada semua orang,” Tambahnya.
Dikma juga mengungkapkan, Pola sosialisasi yang mereka lakukan berlangsung dengan berbagai cara. Antaranya, Pemberian materi yang dilaksanakan dengan metode ceramah. Kemudian penayangan video terkait pencegahan intoleransi lalu ditutup dengan sesi diskusi atau tanya jawab.
“Setelah itu kita melakukan evaluasi kembali, apakah siswa benar-benar sudah memahami materi mengenai pencegahan intoleransi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Dikma mengatakan, Pencegahan terhadap sikap intoleransi di sekolah dinilai sudah seharusnya dipandang sebagai nilai-nilai yang wajib diterapkan. Dimana ruang-ruang pengembangan sikap harus dijalankan secara beriringan dengan praktik-praktik kegiatan Ektrakurikuler seperti pramuka dan lainnya.
“Sehingga pencegahan sikap intoleransi tidak hanya sekedar penerimaan materi, melainkan juga bisa lebih mudah terjewantahkan melalui kegiatan positif yang menjunjung tinggi toleransi dan sikap saling menghargai. Sudah saatnya tenaga pendidik bergerak mendidik dengan hati, mengutamakan sikap toleransi dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala sekolah SMP Negeri 13 Kota Gorontalo, Hasyim Gani mengaku bersyukur dan senang atas adanya layanan sosialisasi mengenai pencegahan sikap intoleransi kepada siswa. Dirinya berharap sosialisasi tersebut dapat memberikan dampak baik kepada siswa dan membuat para siswa dapat lebih bijak dalam mengambil sikap untuk saling menghargai dan menghormati.
“Kami sangat senang dengan sosialisasi diluar kelas pembelajaran seperti ini, karena selain meningkatkan jam produktif anak didik, kami juga berharap mereka nantinya bisa lebih bijak lagi dalam mengambil sikap untuk bisa saling menghargai dan menghormati,” Ujarnya.
Reporter: Kris












