Dulohupa.id – Isu permasalahan sampah kembali mencuat di Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) II yang diadakan oleh mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo.
Hasil pengambilan sampel yang dilakukan selama tiga hari di empat dusun menunjukkan bahwa timbulan sampah di Desa Tunggulo tergolong tinggi. Komposisi sampah terbanyak berasal dari sisa makanan dan dedaunan, diikuti oleh plastik, kertas, dan jenis sampah lainnya. Sayangnya, sebagian besar sampah di desa ini masih dikelola dengan cara dibakar atau dibuang sembarangan, yang berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta risiko kesehatan bagi masyarakat.
Menghadapi masalah ini, mahasiswa KKN UNG mengusulkan beberapa solusi berbasis masyarakat. Pertama, mereka merekomendasikan pengomposan sampah organik untuk dimanfaatkan sebagai pupuk alami, yang tidak hanya menyuburkan tanah tetapi juga mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kedua, mereka menyarankan pembangunan bank sampah, yang memungkinkan masyarakat untuk menabung sampah anorganik dan menukarnya dengan nilai ekonomi. Ketiga, penyediaan bak sampah di lokasi-lokasi strategis untuk mencegah sampah berserakan dan menjaga kebersihan lingkungan.
Diharapkan, implementasi program ini tidak hanya dapat mengurangi jumlah timbulan sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Dengan demikian, Desa Tunggulo diharapkan dapat menjadi contoh desa yang bersih, sehat, dan peduli lingkungan.
Reporter: Maya











