Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Mahasiswa KKN UNG di Desa Tabongo Sulap Limbah Sabut Kelapa jadi Bernilai Ekonomis

×

Mahasiswa KKN UNG di Desa Tabongo Sulap Limbah Sabut Kelapa jadi Bernilai Ekonomis

Sebarkan artikel ini
Limbah Sabut Kelapa
Sosialisasi dan edukasi pengelolaan limbah sabut kelapa jadi produk bernilai ekonomis yang dilakukan mahasiswa KKN UNG. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Tabongo, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo edukasi dan ajak masyarakat mengelolah limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai Ekonomis.

Melimpahnya sumber daya alam dan hasil pertanian seperti kelapa, belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa Tabongo. Misalnya, sabut kelapa hanya dibiarkan menjadi limbah dan terbuang begitu saja.

Melihat kondisi dan potensi sumber daya alam yang melimpah, sejumlah mahasiswa KKN Desa Tabongo ini pun berupaya melahirkan inovasi dan mengedukasi serta mengajak masyarakat setempat untuk mengelola limbah sabut kelapa yang ada. Tak hanya sebatas mengurangi limbah sabut kelapa yang mengganggu estetika lingkungan dan berpotensi menjari sarang penyakit, pengelolaan dan pemanfaatan limbah sabut kepala ini juga tentu bertujuan untuk menciptkan produk yang bernilai ekonomis.

“Tujuan kami disini tentunya selain sebagai upaya mengurangi limbah, ini juga sebagai strategi agar perekonomian masyarakat disini bisa terbantukan. Dengan apa? Yaa dengan menciptkan produk yang memiliki nilai jual dari olahan limbah sabut kelapa ini,” Ujar Koordinator Desa KKN Desa Tabongo, Syarif Tuna.

Limbah jadi Produk
Produk pot bungan yang terbuat dari limbah sabut kelapa. Foto/Dulohupa

Upaya peningkatan ekonomi melalui pemanfaatan limbah sabut kelapa ini pun dikemas dalam sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi ini juga dihadiri langsung aparat desa, masyarakat, karang Taruna serta Dosen pembimbing lapangan, diantaranya, Dr. Melizubaida Mahmud, S.Pd.,M.Si, Maya Novrita Dama, S.Pd., M.Pd, Dr. Cristian Polamolo, S.Pd., M.Pd dan Wulan Mayasari Tambengi, S.Pd., M.Pd.

Sementara, edukasi atau materi pengelolaan limbah sabut kelapa ini diberikan langsung oleh 2 mahasiswa KKN yang telah berkompeten, yakni Apriliyanti Japar dan Fregi Andika Pratama.

“Limbah sabut kelapa di Desa ini sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, kami mahasiswa mencoba berinovasi untuk menjadikannya produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan bisa mendorong perekonomian keluarga,” tutur Syarif Tuna.

Limbah sabut kelapa yang ada ini pun diolah menjadi olahan media tanam atau sering dikenal sebagai Cocopeat serta diolah menjadi Produk kerajinan pot gantung yang tentunya ramah lingkungan. Inovasi dan upaya yang dilakukan oleh mahasiswa ini pun mendapat respon positif dari masyarakat dan aparat desa setempat. Karena dinilai menjadi inovasi yang pertama kali diedukasikan langsung ke masyarakat.

“Kami tentunya berharap, edukasi dan upaya yang kami lakukan selama mengabdi di desa ini bisa memberikan dampak positif berkepanjangan dan bisa terus dikembangkan oleh masyarakat. Tentunya hal ini juga harus mendapat dukungan dari pemerintah setempat dalam mendoronga dan meningkatkan kualitas produk produk rumahan yang memiliki potensi nilai ekonomi,” Pungkas Syarif.

Redaksi