Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Lima Rekomendasi Tanaman Hias Indoor yang Mudah Dirawat

Dulohupa.id- Sudah tidak bisa dipungkiri, jika meletakan tanaman hias di dalam rumah (indoor) menimbulkan suasana segar dan alami. Uniknya, meletakan tanaman hias di dalam rumah tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi saja, namun ternyata berfungsi membersihkan udara di dalam rumah loh.

Tidak heran, banyak orang yang kemudian berburu tanaman-tanaman hias indoor di pasaran. Nah berikut Dulohupa.id merangkum beberapa tanaman indoor yang bisa kamu pilih untuk mempercantik rumah kamu, serta cara merawatnya.

1.Peperomia Obstusifolia

Tanaman peperomia ini menyukai tempat yang sedikit lembab dan tidak terpapar sinar matahari langsung. Peperomia akan menggugurkan daunnya jika kekurangan air, tetapi jika kelebihan air, bagian batangnya dan daun dari tanaman iniakan membusuk. Siran tanaman dari bawah agar batang dan daun tidak basah.

Peperomia sendiri adalah tanaman yang berasal dari Brazil. Termasuk dalam suku Piperaceae. Tanaman ini terdiri dari 1.600 spesies. Beberapa Peperomia merupakan epifit. Mempunyai batang yang lunak, berair dan tingginya mencapai 30 cm.

Mengapa dijuluki obtusifolia? Istilah ini ternyata relevan dengan bentuk daunnya yang berdaun tumpul”, karenanya dinamai peperomia berdaun tumpul. Namun, secara umum tanaman ini lebih familiar dengan nama tanaman karet bayi atau wajah ladah. Di sejumlah tempat juga disebut “wajah lada”.

2. Monstera

Tanaman ini cocok ditanaman di dalam ruangan yang minim cahaya. Ciri khasnya adalah daunnya yang berlubang dan merupakan tanaman merambat dan dapat tumbuh cepat secara vertikal. Sebetulnya, monstera sendiri adalah tanaman rambat yang banyak di hutan rimba.

Cara menanam monstera yaitu dengan cara meletakannya di tempat yang terang namun tidak terpapar cahaya matahari langsung atau area bayangan. Lakukan penyiraman rutin seminggu sekali dan pastikan air tidak menggenang di bagian bahawa pot karena dapat membuat akarnya membusuk.

3. Lidah Mertua (Sansevieria)

Sansevieria atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.

Namun tidak hanya berguna sebagai penghias rumah, tanaman Lidah Mertua juga memiliki manfaat kesehatan, yaitu menghilangkan polutan udara beracun di lingkungan tempat ia diletakkan.

Selain karbon dioksida (CO2), lidah mertua juga mampu menyerap polutan penyebab kanker. Seperti benzena, formaldehida, xilena, dan toluena. Hal ini juga terbukti dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada 1989. Di mana tanaman dalam ruangan dengan luas permukaan daun lebih besar mampu melakukan pemurnian udara lebih baik, termasuk lidah mertua.

4. Sri Rezeki (Aglaonema)

Sri rezeki adalah tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonema memiliki sekitar 30 spesies. Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.

Dinamai sri rezeki karena tanaman ini dianggap membawa keberuntungan. Makanya, sebaiknya letakan tanaman ini di ruangan dengan instesitas cahaya rendah yang tidak terpapar sinar matahari langsung. Karena daunnya bisa menguning dan layu jika terpapar langsung.

5. Daun Mint

Daun mint dijadikan salah satu tanaman untuk indoor kareana ternyata aromanya tidak disukai serangga sehingga cocok untuk mengusir serangga di dalam ruangan. Tumbuh paling baik di tanah basah, tanam ini bisa diletakan di area yang cukup mendapatkan sinar matahari namun jangan sampai terkena langsung karena dapat membuat launnya menjadi kering.

Daun mint atau Pepermin sendiri merupakan tanaman yang sebagian besar ditanam di Eropa. Tanaman ini telah digunakan untuk keperluan obat-obatan selama bertahun-tahun. Pepermin terkenal ampuh meredakan sakit perut, dan sering kali digunakan sebagai bahan utama dalam minuman hangat seperti teh.

Reporter: Wawan Akuba