Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINELINGKUNGANPEMKAB GORONTALO

Libatkan Lapisan Masyarakat, Komunitas Peduli Sungai Tapodu Gelar Deklarasi

×

Libatkan Lapisan Masyarakat, Komunitas Peduli Sungai Tapodu Gelar Deklarasi

Sebarkan artikel ini
Komunitas Sungai Tapodu
Suasana kegiatan usai deklarasi yang digelar Komunitas peduli SUngai Tapodu Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Komunitas peduli sungai Tapodu menggelar deklarasi untuk menjaga kelestarian sungai dan lingkungan di Gorontalo. Deklarasi ini digelar di kawasan sungai Tapodu, Desa Tilote Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (19/8/2023).

Deklarasi menjaga sungai dipimpin langsung Sirajudin Hutuba selaku pembina komunitas peduli sungai Formula 45 Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Gorontalo, Forry Naway, Camat Tilango Ikram Hurudji serta sejumlah perangkat desa se-Kecamatan Tilango. Kegiatan ini juga disponsori pengurus Meraljin Donor Darah Gorontalo.

Sungai Tapodu
Ketua Komunitas peduli sungai Tapodu, Umar Djafar saat melaporkan kegiatan kepada pemerintah. Foto/Dulohupa
Komunitas Sungai Tapodu
Komunitas peduli sungai Tapodu saat melakukan deklarasi. Foto/Dulohupa

Ketua Komunitas peduli sungai Tapodu, Umar Djafar menjelaskan, deklarasi ini bertujuan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan sungai dan danau Limboto atas keresahan masyarakat terkait sungai yang kotor serta banyak sampah.

Umar menekankan bahwa untuk melindungi sungai tentunya harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari siswa, pemuda hingga orangtua.

“Tak ada batasan yang bergabung di komunitas ini. Artinya siapa saja, yang penting ada kemauan untuk menjaga kelestarian sungai,” tutur Umar.

Ia juga berharap, kesadaran masyarakat, semangat gotong royong, serta kemauan bekerja secara aktif penting dilakukan untuk menjaga kebersihan sungai. Sehingganya selain menjaga sungai dari sampah, hal ini juga mengantisipasi banjir.

Kedepan, kata Umar, komunitas ini akan membuat sejumlah program, salah satunya membangun destinasi wisata di kawasan sungai Tapodu.

“Selain menjaga lingkungan, Sungai Tapodu bisa dikelola menjadi destinasi wisata air. Hal ini memanfaatkan potensi sumber daya alam dan ekosistemnya. Program ini akan kita bangun kedepan,” ucap Umar Djafar.

Sementara ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Fory Naway menjagak komunitas sungai berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Fory menekankan peran komunitas yang paling penting adalah komitmen untuk menjaga lingkungan sungai.

“Menjaga itu yang paling susah, dibandingkan dengan melestarikan karena semua orang bisa terlibat. Jadi harus butuh kolaborasi baik dengan pemerintah desa, Kecamatan dan pemerintah daerah. Kita tidak sendiri, karena kita membantu dan tidak ada gajinya. Insya Allah dengan membantu masyarakat, ada berkahnya,” ujar istri Bupati Gorontalo itu.

“Saya sangat Apresiasi adanya komunitas sungai. Nanti kita akan rapat bersama dengan semua pengurus bagaimana menenetukan program. Kita bahas dulu jangka pendeknya, jangan dulu jangka panjangnya. Artinya kita pikir dulu bagaimana menjaga sungai ini tidak meluap dan berdampak ke masyarakat,” tandas Fory.

Selain menggelar deklrasi, komunitas peduli sungai Tapodu juga menggelar berbagai lomba dalam memeriahkan hari Kemerdekaan Indonesia seperti lomba dayung perahu tradisonal, panjat bambu dan panjat pisang. Lomba ini juga digelar sebagai bentuk mengkampanyekan menjaga lingkungan sungai kepada masyarakat.

Lomba Dayung
Lomba dayung perahu yang diikuti kaum ibu di Sungai Tapodu, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Foto/Dulohupa
Panjat Bambu
Panjat bambu perahu yang diikuti anak-anak kawasan Sungai Tapodu, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Foto/Dulohupa
Reporter: Wahyono