Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPilkada

Konser Musik Bawaslu Gorontalo Dinilai Hanya Tingkatan Popularitas Komisioner

×

Konser Musik Bawaslu Gorontalo Dinilai Hanya Tingkatan Popularitas Komisioner

Sebarkan artikel ini
Bawaslu Konser
Presiden BEM Universitas Gorontalo, Harun Alulu. Foto/ist

Dulohupa.idKonser musik yang digelar Bawaslu Provinsi Gorontalo beberapa hari kemarin turut mengundang komentar dari sejumlah pihak, tak terkecuali kalangan mahasiswa.

Komentar tersebut keluar dari Presiden Mahasiswa Universitas Gorontalo (UG), Harun Alulu. Menurutnya, kini terdapat dua trand di Gorontalo yaitu terkait penyelenggaraan pemilu yang terlihat tidak becus kerjanya dan trand milenial untuk golput yang tinggi.

Sehingga menurut Harun, kegiatan konser yang diselenggarakan tak menjawab persoalan yang ada.

“Kami menduga konser yang diselenggarakan dengan uang rakyat menggunakan bahasa sosialisasi, hakikatnya adalah untuk popularitas komisioner, atau ada semacam obsesi para komisioner untuk berjumpa dengan artis idolanya saja,” ucap Harun.

Dirinya mengungkapkan bahwa sebenarnya target dari mendatangkan pemusik ternama Indonesia tersebut apakah dapat meningkatkan partisipasi pemilih atau pengawasan Pemilu?.

“Atau apakah dengan demikian masyarakat melek politik dan sadar bahwa money politik itu kurang baik? atau apakah ASN tetap akan netral dalam Pemilukada 2024 ini? siapa yang bisa menjamin bahwa konser hura-hura itu, pilkada akan damai? pihak penyelenggara yang menjamin? komisioner?,” imbuhnya dengan tanya.

Dirinya menilai bahwa dengan berkumpulnya masyarakat dalam konser musik lantas dengan sekali sosialisasi tersebut tak menjawab semua problem.

“Kami sesali mereka sedang terjebak dalam ruang kebodohan dimana para penjahat Pemilukada semakin cerdas,” pungkasnya.

Sehingga dirinya menilai bahwa konser musik yang diagendakan dengan mendatangkan artis papan atas dan masyarakat kemudian berkumpul, semata adalah untuk popularitas komisioner Bawaslu.

“Kami berharap pihak berwewenang untuk cermati kedua konser itu dan untuk pemprov agar menimbang kembali apabila mau memberi hibah kepada penyelenggara Pemil,” tegas Harun.

“Konser itu harus dievaluasi, baik dari outputnya maupun dari perjalanan aliran pengganggaran. Sebab penyelenggara Pemilu atau Pilkada menjadi lembaga yang bertanggung jawab dalam democracy election,” pungkasnya.

Sebelumnya Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Moh. Fadjri Arsyad menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk menarik perhatian masyarakat, menjadi relawan pengawas pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.

“Jadi, tujuan kami mengundang Band Kotak, adalah semata-mata menghibur masyarakat Kota Gorontalo, serta memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, juga untuk menarik perhatian masyarakat bahwa pentingnya peran masyarakat dalam melaksanakan proses pengawasan,” tutur Fadjri, seperti dikutip dari Read.id.

Pihaknya menyadari, jika dari kapasitas sumber daya manusia, pihak Bawaslu masih sangat terbatas. Sehingga, pihaknya membutuhkan relawan, yang di konsep dalam pengawasan partisipatif.

Ia pun menegaskan, bahwa kegiatan konser sudah melalui konsultasi dengan pihak Bawaslu RI, hingga mendapatkan persetujuan.

Reporter: Yayan