Dulohupa.id – Komunitas selam Wawahea bersama TNI Angkatan Laut (AL) meriahkan tradisi Tumbilotohe (pasang lampu) di bawah laut, Rabu (26/03/2025) malam.
Tumbilotohe dalam laut ini sebagai upaya melestarikan budaya lokal dengan cara yang unik, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut dan mempromosikan wisata bahari Gorontalo.
Dalam kesempatan terpisah, salah satu penyelam dari Komunitas Selam Wawahea, Deni SM Abdul mengatakan bahwa tradisi tumbilotohe yang dilaksanakan didalam laut telah menjadi tahun ke-5 dilaksanakan, dan tahun ini kembali digelar di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango pada kedalaman sekitar 15 meter.
“Ini menjadi tahun ke-5 kita, jadi setiap tahunnya, kami terus melakukan inovasi agar semakin menarik dan berkesan,” ujar Deni kepada Dulohupa.
Menurutnya, dengan mengusung tema Tumbilotohe Underwater 2025, sebanyak 15 hingga 20 penyelam terlibat pada kegiatan ini, yang berasal dari Komunitas Selam Wawahea dan personel TNI-AL yang berpengalaman dalam penyelaman dan pengamanan bawah air.
“Kegiatan ini melibatkan komunitas selam Wawahea, TNI-AL, serta didukung oleh berbagai pihak, termasuk Dandim Kabupaten Gorontalo yang turut hadir dalam acara ini,” tandasnya.
Lebih lanjut kata Deni, rangkaian Tumbilotohe Underwater 2025 tersebut, diawali dengan pembagian takjil kepada masyarakat kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Setelahnya, acara resmi dibuka oleh Danlanal, dengan kehadiran Dandim Kabupaten Gorontalo.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus menjadi bagian dari tradisi Tumbilotohe di Gorontalo dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk melestarikan budaya dengan cara yang kreatif, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut,” tutup Deni.
Reporter: Yayan












