Gorontalo – Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pemakin pesat, seringkali minat terhadap literasi dan kebudayaan semakin terlupakan. Namun, di tengah dominasi era digital ini, ada sebuah komunitas di Gorontalo untuk memperjuangkan pentingnya literasi di tengah hiruk-pikuk kota.
Komunitas ini bernana Sampul Belakang. Berdiri sejak 25 Januari 2019. Komunitas ini dikenal sebagai penggiat literasi dan mengambil peran aktif dalam mengajak masyarakat terutama mahasiswa di Kota Gorontalo dan sekitarnya untuk lebih melek literasi. Dengan mengambil insipirasi dari Sampul Belakang buku, komunitas ini memberikan kesan hangat dan akrab lewat diskusi serta lapak baca yang rutin digelar setiap hari Kamis. Komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca, menulis, serta memperkuat budaya diskusi di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
“Kami Sampul Belakang adalah komunitas literasi di jalan sunyi, 6 tahun bukanlah jalan yang mudah, bahkan bukan tahun yang menyenangkan, menyebarkan virus literasi sangat susah, tapi alhamdulillah dengan kolaborasi yang kami jalin dengan beberapa oraganisasi, dan komunitas bisa sebaik ini,” terang Fatiyah Adam penanggung jawab kegiatan hari lahir Sampul Belakang ke-6 tahun.
Fatiyah menerangkan, perayaan hari lahir ke-6 tahun Sampul Belakang sukeses diselenggarakan di Universitas Ichsan Gorontalo, pada Minggu (9/2/2025) diwarnai dengan keseruan dan penuh kemeriahan. Beragam kegiatan digelar, mulai dari diskusi panel dengan mengangkat tema “Generasi Kreatif Menyatukan Literasi, Seni, dan Identitas Lokal” mengadakan lapak baca, pameran karya seni lukis, pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan pentas kesenian lainya, monolog, hingga tarian dan drama.
“Narasumber dari diskusi panel, kami melibatkan, buruh seni ada kak M. Idil Kurniawan, kak Raihan Lahidjun selaku Faounder Lipu’u Pustaka, dan Kak Mita selaku penggerak Sampul Belakang juga,” ujarnya.
Malam puncak perayaan hari lahir Sampul Belakang, kami banyak berkolaborasi dengan organisasi-organisasi, dan juga komunitas. Mimbar bebas kami gelar, khususkan kepada para tamu undangan untuk berekspresi dengan menampilkan bakat mereka, dan ada pertunjukan pamungkas dari kawan-kawan Sampul Belakang juga,” pungkasnya.
Sepak terjang Sampul Belakang selama enam tahun ini patut diacungi jempol. Pasalnya, mereka hampir tidak pernah absen menggelar lapak baca yang rutin dilakukan setiap hari Kamis, dipadukan dengan diskusi perihal buku juga kegiatan kepenulisan serta isu-isu terkini yang hangat dibicarakan. Mulai dari lingkungan, politik, hukum, sastra, dan lainnya.
“Saya bukan anggota Sampul Belakang, hanya beberapa kali mengikuti kegiatan Diskusi Manis di Hari Kamis (Dinamis). Selain menyediakan bahan bacaan mereka juga menggelar diskusi-diskusi dengan topik yang beragam, mulai dari buku-buku, hingga isu-isu terkini,” kata Gita, salah seorang peserta yang hadir pada kegiatan hari lahir Sampul Belakang.*











