Untuk Indonesia

Ketok Kepala Bocah Pakai Sadel Sepeda, Seorang IRT di Limboto Dipolisikan

Dulohupa.id– Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian. IL Alias Iin dilaporkan ke Polres Gorontalo usai mengetok kepala Sandi (12) salah seorang bocah asal Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, hingga berdarah. Penyebabnya terbilang sepele, Iin diduga geram karena anaknya seringkali diganggu oleh korban.

Peristiwa ini berlangsung Kamis (16/9) malam di halaman rumah milik Iin, di Kelurahan Kayubulan. dari pernyataan korban, selain Iin, dia juga di tampar oleh seorang pria inisial AL sebanyak dua kali.

Sandi mengatakan, sekitar pukul 08.30 WITA ia bersama temannya Putra ingin melihat temannya gio di area tersebut. Sesampainya di sana anak terduga bernama Erin langsung mendorongnya.

Baca Juga:  Selama 19 Bulan, BST Warga Pohuwato Ini Tak Pernah Disalurkan Desa

“Saya dia tola-tola (Dorong), habis itu depe mama (Ibunya Erin) setelah itu dia memegang tangan saya, lalu langsung dipukul di kepala,” ungkap Sandi

“Ada pake sadel sepeda saya dia pukul ka (dia memukul saya menggunakan sadel sepeda) di kepala,” tambah Sandi.

Setelah itu, kata Sandi ia langsung dipukuli oleh lelaki yang diduga ayah dari terduga. Sesudah korban langsung pergi melaporkan hal itu kepada kakaknya dan tidak mengira darah sudah keluar dari kepala korban.

“Saya pe (punya) kaka sobawa (membawa) saya ka (langsung) ke rumah sakit,” tutup Sandi.

Sementara itu, terlapor Iin mengatakan, bahwa ia benar memukul korban, tapi tidak menggunakan sadel sepeda melainkan hanya dengan sandal jepit biasa.

Baca Juga:  Masyarakat Pembuat Pakan Ikan di Dengilo Minta Pemerintah Sediakan Bahan Baku

“Saya memang ada pukul dia, karena sering mengganggu anak saya, sandi pernah memukul anak saya. saya memukul Sandi menggunakan sandal bukan dengan sadel sepeda,” ujar Iin.

Kejadian itu kata Iin, terjadi di halaman rumah yang ia tinggali, dimana Sandi ada bermain di area tersebut, serta sering berisik dan sudah pernah ditegur berulangkali.

Saya sudah sering menegur mereka, terutama si Sandi, tapi mereka tidak pernah mendengarkan teguran saya, makan saya memukulnya sebagai peringatan, dan tidak ada maksut lain” tutup Iin

Saat berita ini dilansir pihak keluarga korban sudah melaporkan hal tersebut ke Polres Gorontalo.

Reporter: Fandiyanto Pou

 

Comments are closed.